Ikan di Laut Tercemar Indonesia

Ikan di Laut Tercemar Indonesia
Sumber Ikan Laut yang Merana

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi
Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi, Doktoral di IPB

Total Tayangan Halaman

Riset Pencemaran Lingkungan Hidup di Buyat, Sulawesi Utara

Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bali
SDALH Marissa Haque-Kebun Raya Bali

Kamis, 28 Oktober 2010

Musik untuk Kebun Raya Indonesia dari Ayah Ikang & Bunda Marissa Haque

Sumber: http://www.sripoku.com/view/43927/ikang_fawzi_rilis_lagu_kebun_raya_indonesia
Sriwijaya Post - Minggu, 15 Agustus 2010 10:31 WIB

BOGOR - Sebagai Duta Kebun Raya Indonesia, Ikang Fauzi merilis lagu untuk taman botani tersebut sebagai salah satu promosi pelestarian alam.

"Judul lagunya, Kebun Rayaku, Taman Firdausku," kata Ikang dalam acara Inspirasi Anak Bangsa di Cafe Dedaunan, Kebun Raya Bogor, Sabtu (14/8) malam.

Ikang, yang dinobatkan sebagai Duta Kebun Raya Indonesia sejak 25 Januari 2010, mengatakan bahwa lagu tersebut diciptakan olehnya, diaransemen bersama dengan band yang digawangi suami Marisa Haque tersebut.

Lirik dari lagu tersebut, mengisahkan tentang pentingnya keberadaan Kebun Raya.
"Insyallah rencananya single lagu tersebut akan diluncurkan setelah lebaran nanti," ujarnya.

Ikang menyebutkan, dirinya akan menyanyikan lagu tersebut bersama grup band bentukannya yang dibuat khusus untuk Kebun Raya Indonesia.

Grup band tersebut digawangin seluruh Gilang Ramadhan, Ekki Sukarno, dan Ikang Fawzi., hampir semua anggota bandnya adalah keluarga besar saya," ucapnya.
Menurut Ikang, keunikan dari lagu tersebut, selain dari liriknya yang mengisahkan tentang alam dan Kebun Raya, dari segi bead atau aliran musik yang dimainkan murni musik Indonesia.

"Yang berbeda nantinya, masuk yang kita mainkan bead musik asli Indonesia, ada suara-suara alat musik dari berbagai daerah di Indoensia," kata Ikang. Ikang terpilih sebagai Duta Kebun Raya Indonesia, karena kepeduliannya terhadap lingkungan cukup besar. Hal ini dilihat dari pola hidup Ikang dirumah yang menyukai menanam pohon.

Menurut Ikang keberadaan Kebun Raya sangat penting, sebagai solusi nyata untuk penyelamatan bumi beserta tanaman dan airnya.

Ikang mengatakan sebagai musisi yang dinobatkan menjadi Duta Kebun Raya Indonesia, akan berjuang menjaga apa yang sudah di dapat oleh pendahulu untuk diteruskan kepada generasi muda.

"Saya sangat bangga dengan Kebun Raya, yang saya rasa nyayian alamnya seperti alunan orkestra yang sangat romantis," ucapnya menambahkan

Selasa, 12 Oktober 2010

Kenangan Lingkungan Hidup dari Lampung Selatan (Kampung Pak Menhut RI): Marissa Haque

Senin, 22 Maret 2010 15:43

Cerita Gerakan Kerakyatan di Kampung Pak Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dari PAN

Kemasan bekas produk biasanya berakhir di tempat sampah. Tetapi di tangan yang kreatif, kemasan bekas produk bisa menjadi barang yang berguna. Berangkat dari kesadaran akan kepedulian pengelolaan sampah plastik, Komunitas binaan Bang Zai--nama akrab Dr Zainuddin Hasan--Calon Bupati Lamsel pada Senin (22/03) lalu mengadakan pelatihan daur ulang sampah plastik menjadi berbagai macam tas cantik di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Program yang dicanangkannya tidak hanya mengajak masyarakat untuk gemar membaca saja, lebih dari itu Bang Zai yang peduli dengan Kabupaten Lampung Selatan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap pengelolaan sampah plastik di lingkungan masyarakat menjadi suatu barang yang bisa dimanfaatkan.

Menurut Ikang Fawzi penyanyi Rock terkenal Indonesia yang menjadi pasangannya, program daur ulang sampah plastik yang dilakukan oleh Komunitas di Laianda Lampung Selatan sendiri dimana hal tersebut baru awal saja wilayah lainnyapun lain akan kita lajak untuk bersama-sama memiliki kesadaran melakukan program daur ulang sampah plastik seperti ini” tuturnya sambil memperlihatkan tas cantik berbahan sampah plastik hasil dari kreatifitas peserta pelatihan daur ulang sampah plastik.

Ibu Marissa Haque istri Mas Ikang selaku asisten trainer program daur ulang sampah plastik terlihat aktif memberikan arahan kepada ibu-ibu yang hadir untuk mengelola sampah menjadi tas. Sampah plastik terlebih dahulu dikumpulkan, kemudian dibersihkan dari kotoran yang ada di dalam sampah plastik tersebut, kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering kemudian dipotong untuk menjadi panel yang selanjutnya dari panel tersebut dibuat pola. sebagai tahapan akhir, dari pola tersebut dibentuklah produk yang diinginkan.

Metode anyaman bisa untuk digunakan membuat dompet dan tas. Metode ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang tidak memiliki keterampilan menjahit dengan mesin. Bahan yang dibutuhkan tidaklah sulit dicari. Bekas bungkus jajanan anak-anak, bungkus kopi, kemasan minyak goreng, mie instant, deterjen, pelembut pakaian, dan lain-lain bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tas cantik. Ibu Marissa juga menuturkan masyarakat harus cerdas dalam mengelola sampah,“Semoga dengan adanya pelatihan ini sampah plastik bisa berkurang, dan sampah plastik yang ada bisa menjadi barang yang bermanfaat” ujarnya.

Sementara itu Ibu Yasmin Shahnaz istri dari Bang Zai yang juga mengikuti pelatihan daur ulang sampah plastik mengaku senang bisa belajar mengolah sampah menjadi berbagai macam barang yang bisa dimanfaatkan itu.” Saya baru tahu ternyata sampah plastik kalau kita olah bisa menjadi tas yang menarik ” akunya.

Di akhir dari pelatihan ini, warga nampak puas menunjukkan hasil kreasinya. Hasil ini sangat luar biasa, meskipun waktu pelatihan yang cukup singkat ternyata hasilnya memuaskan. Pelatihan daur ulang sampah plastik apabila ditindaklanjuti juga bisa bernilai ekonomis, selain untuk menyelamatkan lingkungan kita juga bisa mendapatkan hasil dari daur ulang sampah yang telah kita lakukan. (musrinah)
Sumber: http://www.buyatdisease.com/
Untuk Azizi Hasan Ketua DPD PAN di Lamsel Kekasih Allah...

Jumat, 09 Juli 2010

Zainudin-Ikang Fawzi Kampanye Di Tengah Intimidasi Kades Natar, Lampung Selatan

 Zainudin-Ikang Fawzi Kampanye Di Tengah Intimidasi Kades Natar, Lampung Selatan

Sumber: http://www.suarakomunitas.net/baca/9188/zainudin-ikang.fawzi.kampanye.di.tengah.intimidasi.kades.html

Zainudin-Ikang Fawzi Kampanye Di Tengah Intimidasi Kades

Bumi Sari - KVL,
Kamis (24/6) calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan Zainudin dan Ikang Fawzi melakukan kampanye di Desa Bumisari Kecamatan Natar. Tepat pada pukul 13.00 WIB, pasangan yang mendapat nomor urut empat melakukan dialog terbuka dengan 350 warga yang berasal dari berbagai daerah di Kecamatan Natar. Zainudin-Ikang Fawzi memfokuskan program pada bidang pendidikan, kesehatan dan pembuatan KTP. Pasangan ini menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan gratis, biaya kesehatan yang murah serta diberikannya kemudahan dalam pembuatan KTP dan Kartu Kekuarga. Dialog terbuka ini, diisi juga dengan ceramah agama oleh Ust. Raud Ibrahim dari Majelis Az-Zikra pimpinan Ust Arifin Ilham. Namun kampanye terbuka ini dilaksanakan di bawah ancaman dan intimidasi dari Kepala Desa Bumisari yang menjadi Ketua Tim Sukses Calon Bupati dan Wakil Bupati Rycko Menoza, SZP - Hi. Eki Setyanto, SE.

Kepala Desa Bumisari Kecamatan Natar Lampung Selatan menjadi Ketua Tim Sukses (TS) salah satu kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan yaitu Rycko Menoza, SZP - Hi. Eki Setyanto, SE  (Nomor Urut Satu). Hi. Eki Setyanto, SE  memang pernah menjadi warga Bumisari, naun karena kesibukannya Eki Styanto tidak lagi menempati rumahnya di Desa Bumisari. Alasan inilah yang menjadikan Kepala Desa ikut menjadi tim sukses nomor urut satu. Seluruh aparat Desa Bumisari mulai dari Kepala Desa sampai dengan Ketua Rukun Tetangga (RT) ikut menjadi bagian sebagai tim sukses pasangan nomor urut satu.

Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, kepala desa kerap memberikan arahan kepada seluruh warga untuk memilih Ryko-Eki. Jika ada salah seorang warga yang mendukung calon lainnya maka kepala desa tidak segan untuk menegurnya. Intimidasi dan ancaman sering dilakukan oleh Kepala Desa beserta jajarannya kepada tim sukses dari pasangan lain yang kebetulan tinggal di Bumisari. Masih menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya,Kepala Desa Bumisari mendapat hadiah sebuah mobil Tirrano dari pasangan Ryko-Eki.

Kamis, 17 September 2009

Humas IPB Susun Grand Design Tata Kelola Informasi dan Kehumasan: Marissa Haque

Humas-SE IPB Susun Grand Design Tata Kelola Informasi dan Kehumasan: Menjawab Tantangan Pelayanan Publik
Kamis, 17 September 2009
Organisasi publik dewasa ini menghadapi dua tantangan besar menyangkut tata kelola informasi pelayanan publik. Kedua tantangan tersebut adalah meningkatnya proses transmisi dan pertukaran informasi antar unit di dalam organisasi dan meningkatnya tekanan dari lingkungan eksternal yang menuntut tingkat partisipasi dan transparansi lebih besar dalam pengelolaan pelayanan publik. “Berdasarkan latar belakang ini, Institut Pertanian Bogor (IPB) membutuhkan suatu disain tata kelola informasi dan komunikasi yang mampu menjawab kedua tantangan tersebut,” ungkap Sekretaris Eksekutif (SE), Dr.Ir.Aceng Hidayat, MT.
Grand design ini yang sedang dirancang oleh Humas-SE IPB, agar dapat dilaksanakan dalam kurun waktu 2010-2013Proses penyusunan dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan metodologi antara lain: desk research pengumpulan informasi dan data terkait pengelolaan informasi yang telah dilaksanakan selama ini, survei terbatas civitas akademika, audit internal kehumasan, indepth interview, pertemuan dari berbagai unsur untuk mendapatkan masukan tentang pengelolaan komunikasi IPB, focus groups discussion (FGD), audit internal kehumasan, workhshop dan sosialisasi.
Survei dilakukan terhadap sampel dosen, mahasiswa maupun tenaga kependidikan di IPB. FGD dilaksanakan tiga kali. FGD pertama mengundang alumni IPB yang berprofesi sebagai wartawan dan pimpinan berbagai media massa. FGD yang dilaksanakan tanggal 18 Agustus ini berlokasi di Jakarta. FGD kedua dan ketiga yang dilaksanakan 19 Agustus serta 7 September 2009 dilaksanakan di Kampus IPB Darmaga dengan mengundang perwakilan unit, praktisi dan pakar kehumasan serta staf pengajar yang concern di bidang kehumasan.
Audit internal kehumasan dilakukan terhadap para staf pelaksanaan di lingkup kehumasan SE-IPB, dengan tujuan untuk mengetahui apakah pekerjaan (apa yang dikerjakan) masing-masing staf sudah sesuai dengan tupoksi.Tim penyusun melaksanakan indepth interview pada pimpinan serta stake holder IPB. Sedangkan workshop untuk mensosialisasikan draft telah diselenggarakan 14 September 2009. Rangkaian kegiatan untuk penyusunan grand disain tersebut dilaksanakan selama Juli- September 2009. (ris)

Senin, 14 September 2009

Mantan Purek 4 IPB, Dr. Asep Saefuddin yang Disayang Allah: Bunda Kami Marissa Haque

Mantan Purek 4 IPB, Dr. Asep Saefuddin Pasca Penyuluhan Anti Flu Burung H5N1, Bogor, 2006
Rasanya sudah sangat lama saya tidak berjumpa dengan Pak Dr. Asep dan keluarganya di Bogor. 
Pak Dr. Asep ini adalah salah seorang yang sangat menginginkan agar saya mengambil S3 di IPB saat masih menjadi anggota DPR RI dari PDIP saat lalu adalah beliau ini disamping Prof Dr Rokhmin Dahuri mantan Menteri DKP saat era Bu Megawati Soekarnoputri lalu.
Didalam Doa panjangku semalam -- semoga adalah malam seribu bulan lailatu qadar -- kusampaikan nama beliau sekeluarga agar panjang umur, murah rezeki serta sehat wal afiat selalu. Selamat berpuasa ya Pak Asep yang disayang Allah... Salam dari kami sekeluarga di Bintaro, Banten.

Sabtu, 12 September 2009

Isabella Fawzi: Doa Ibu Icha untukku Agar Sepintar Tante Angelina Sondakh, dari FISIP Kom-UI, 2009

Rupanya Bella mendengar doa panjangku semalam. Ya benar, saya sangat ingin disuatu saat tidak lama lagi Bella akan sama mampunya didalam Ilmu Komunikasi seperti Angie sang cerdas ini.
Sering saya bercerita bahwa ketika saya hamil Bella saya masih menyetir sendiri kuliah di Universitas Trisakti di Grogol, Jakarta dan disaat menjelang melahirkan saya masih ujian Ilmu Agraria dengan dosen killer Prof Budiono.
Semoga saja semangat memulung ilmu yang kumilki juga Ikang Fawzi suamiku miliki menurun deras kepada kedua anak-anakku.

Sumber: http://miss-bellafawzi.blogspot.com/
               http://theanimator-chikitafawzi.blogspot.com/

Jumat, 11 September 2009

Ikang Fawzi Suami Bunda Marissa dan Kebun Raya Bali bersama Dep PU, 2009

Sumber: http://theanimator-chikitafawzi.blogspot.com/

Alhamdulillah senang rasanya sebelum memulai bulan Ramdahan tahun ini Ikang Fawzi Ayahku tercinta ku berseri-seri pulang kerumah dengan membawa 'segudang' cerita tentang Kebun Raya di Bali yang harus terus didukung serta diperjuangkan sekaligus juga beberapa pekerjaan projek dari Dep PU tempatnya selama ini bermitra. Terimakasih Ya Allah... atas rezeki halal yang telah Engkau limpahkan kepada kami sekeluarga dirumah pada Ramadhan suci tahun ini... hingga kami mampu berlebaran diakhir bulan ini... Berikut ini berita Ayahku di Kompas Cyber dengan alamat sebagai berikut:

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/18/0320248/Kebun.Raya.dan.Musik

Sabtu, 18 Juli 2009 03:20 WIB Ikang Fawzi (45) laris di acara peringatan 50 tahun Kebun Raya Eka Karya Bali, di Bedugul, Tabanan, Rabu (15/7) malam. Laris bukan karena ia menjual suatu barang, tetapi banyak bapak dan ibu dari berbagai daerah yang datang sebagai undangan kebun raya itu memintanya berfoto bersama. Mereka mengaku sebagai penggemar Ikang Fawzi sejak lama. ”Wah, silakan Pak. Mau bagaimana gayanya, Pak?” kelakar penyanyi rock ini. Namun, kehadirannya di sini bukan sebagai duta kebun raya. Ia diminta teman-temannya yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum untuk mengisi acara hiburan di Kebun Raya Eka Karya Bali.

Apa komentarnya? ”Saya kagum dengan kebun raya ini. Terbayang sehatnya badan dan rohani jika sering menghirup kesegaran alam yang asri, apalagi bareng keluarga,” katanya. ”Otomatis bermusik pun jadi lancar dan menyenangkan. Kebun raya ini membawa aura segar, musik jadi indah dengan sendirinya,” ujar Ikang.

Ia berharap bisa mengunjungi ke-20 kebun raya di Indonesia. Selama ini Ikang baru sempat mengunjungi kebun raya di Bogor, Cibodas, dan Bali. ”Meski baru taraf mengagumi keanekaragaman alam di kebun raya, saya sungguh mendukung pelestarian alam,” tuturnya. (AYS)

Entri Populer