Ikan di Laut Tercemar Indonesia

Ikan di Laut Tercemar Indonesia
Sumber Ikan Laut yang Merana

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi
Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi, Doktoral di IPB

Total Tayangan Halaman

Riset Pencemaran Lingkungan Hidup di Buyat, Sulawesi Utara

Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bali
SDALH Marissa Haque-Kebun Raya Bali
Tampilkan postingan dengan label Marissa Haque. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marissa Haque. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

"Rahasia Cantik Marissa Haque di Usia Setengah Abad (Terimakasih tabloidbintang.com)"

Sumber:
http://tabloidbintang.com/articles/gaya-hidup/cantik-sehat/14766-rahasia-cantik-marissa-haque-di-usia-setengah-abad

Rahasia Cantik Marissa Haque di Usia Setengah Abad
 Marissa Haque (Ossy/BION)

SALON memang selalu menjadi pilihan banyak wanita untuk menghasilkan penampilan cantik.

Namun Marissa Haque mengaku tidak terlalu sering mengurusi kecantikannya ke salon.

"Sedang-sedang aja ya, mungkin dua bulan sekali potong rambut terus kemudian kalau ada energi dan waktu juga aku facial dua bulan sekali," tutur istri Ikang Fawzi itu saat ditemui di Studio AD Jl.TB Simatupang, (12/11).

Yang terpenting kata ibu dari Isabella Muliawati Fawzi dan Chikita Fawzi itu, mendapatkan wajah tetap cantik adalah menjaga pola makan

"Intinya kalau bisa kita kurangin makan daging, lebih banyak makan sayur jadi lemak-lemaknya bisa larut," ujarnya.

Bukan hanya menjaga pola makan, tapi Marissa juga rajin olahraga di rumah yaitu renang dan fitness.
(ossy julitasari / gur)

"Rahasia Cantik Marissa Haque di Usia Setengah Abad (Terimakasih tabloidbintang.com)"

Sabtu, 18 Agustus 2012

“Keteladanan Umar bin Khatab dalam Kehidupan Kami”: Marissa Haque & Ikang Fawzi

 
Terimakasih banyak MNC TV dan UIN Jakarta.
1c7eba1c40ed9fdd82b0347c0bc4d7da_drhj-marissa-haque-fawzi-yang-anggun-sebagai-calon-hakim-mk

“Keteladanan Umar bin Khatab dalam Kehidupan Kami”: Marissa Haque & Ikang Fawzi 

Kawasan Umum - JAKARTA- Sosok Umar bin Khattab yang memiliki jiwa kepemimpinan teladan sangat dikagumi banyak orang. Salah satunya Marissa Haque yang sangat mengagumi sosok Umar.

“Umar yang terlihat garang, ketika dibacakan ayat-ayat Alquran langsung luluh hatinya. Itu yang namanya hidayah kan,” kata Marrisa saat ditemui di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan.
Begitu juga dalam kehiduan keluarganya, Marrisa dan Ikang Fawzi mencoba mengaplikasikan ajaran yang baik untuk diterapkan dalam keluargannya.

“Ikang dan saya sebagai wakil imam di rumah, kita lead by example. Apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita katakan sebagai manusia yang penuh dengan kesalahan,” ujarnya.
(rik)
3db51437591a9ade1361f6e698a9000e_my-sweet-memory-saat-kuliah-doktor-di-ipb-library-kampus-dramaga-bogor-drhj-marissa-haque-fawzi

 

Selasa, 31 Juli 2012

"Marissa Haque Ikang Fawzi: Dua Jempol untuk Sikap Tegas Bang Hatta Rajasa Soal Hutan Lindung Kab. Bogor"

Hatta Tolak Hapus Hutan Lindung di Puncak

Headline
Menko Perekonomian Hatta Rajasa - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
 

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa tidak setuju dengan rencana pemerintah kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang berniat menghapus status hutan lindung di kawasan Puncak.

"Jawa itu sudah sangat kritis terhadap hutan. Beberapa daerah sudah kurang dari 30 persen. Kalau mau diubah, jelas akan menimbulkan bencana dan persoalan besar. Jadi jangan hutan," tegas Hatta di Jakarta, Selasa (31/7/2012).

Menurutnya, masih banyak kawasan yang lebih tepat untuk diubah menjadi hutan produksi, permukiman, dan perkebunan. "Masih banyak lahan-lahan yang dikategorikan terlantar, bisa digunakan," ujarnya.

Draf revisi Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 19 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor sedang dikaji Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bogor.
Ditargetkan pada Oktober-November 2012 draf itu diajukan ke DPRD Kabupaten Bogor. Dengan adanya revisi ini maka kawasan hutan lindung Puncak akan berganti status menjadi itu akan berganti status menjadi hutan produksi, permukiman, dan perkebunan.

Pada Perda RTRW Kabupaten Bogor yang berlaku saat ini disebutkan kawasan fungsi lindung terdiri dari hutan konservasi sebesar 14,24 persen dari luas wilayah Kabupaten Bogor (45.559 hektar) dan hutan lindung sebesar 2,93 persen (8.745 hektar).

"Halimun itu begitu saya mantan Menristek saya tahu Halimun. Kalau terjadi sesuatu, dmn jenis pohon Indonesia punah, Halimun itu salah satu cadangan biota yg ada yg mewakili hampir sekian persen. Itu kawasan yg hrs kita jaga," jelasnya. [rus]
 
"Marissa Haque Ikang Fawzi: Dua Jempol untuk Sikap Tegas Bang Hatta Rajasa Soal Hutan Lindung Kab. Bogor" 

Jumat, 03 Februari 2012

"Ingin Sekali Memaafkan Cyber Bullying oleh Oknum Tim Keluarga Addie MS & Kevin Aprilio"


Sumber: http://it-ict-marissahaque.blogspot.com/

Hasil investigasiku mendapatkan info sebagai berikut:
          

                                                               Photo Couterssy of Just alvin at Metro TV, Jan 2012

Bahwa Dr. Arif Satria Dekan FEMA IPB dan Dee Kartika Djumadi (keduanya adalah kawan dekat Ketua Partai Demokrat/HMI/Bang Anas Urbaningrum/dulunya' kiblat' mereka semua adalah GOLKAR).

Lalu di IPB akan ada pemilihan Rektor baru tahun 2013. Memang, di IPB dikabarkan kuat didominasi oleh kader serta simpatisan PKS dan PAN.

Apakah karena hal tersebut, maka diduga ada oknum kader dan simpatisan yang berafiliasi ke GOLKAR konon mencoba  'ambil posisi' sebagai kandidat Rektor baru IPB untuk tahun 2013 besok?

Namun, kenapa harus saya yang dikorbankan demi mencapai ambisi menjadi Rektor baru IIPBtahun 2013 besok itu?

Salah seorang sahabat yang menjadi anggota dalam Forum KAHMI IPB, menyampaikan ke saya terkait beberapa info. Bahwa benar dari beragam sumber di Belanda maupun UI bahwa yang bernama Dee Kartika Djumadi adalah produk D.O alias DROP OUT dari FKOM UI (info dari Dr. Sonny di DIKTI). Dan juga yang paling parah adalah bahwa Dee Kartika Djumadi BUKAN seorang PhD lulusan atau alumni dari Amsterdam Universiteit (info dari @buniyani di Leiden, Belanda), seperti yang di-claim-nya selama ini. Dee Kartika Djumadi adalah alumni S1 dari Universitas Gunadharma, Jakarta.

Ya Allah...saya benar-benar memohon, pleaseee... jangan jadikan saya "tumbal" di dalam permainan tersebut. Saya mencintai IPB apa adanya!


Saya ingin menjadi produk Doktor dari IPB dengan DIGNITY serta mampu memberikan NILAI TAMBAH kepada almamater tercinta saya itu.

Saya mendapatkan pencapaian tertinggi  di IPB dengan cara yang terhormat, serta dengan upaya optimal baik dari sisi kognisi, afeksi, juga psiko-motorik. 

Mohon jangan men-down-grade hak saya menjadi terhormat secara intelektual. Saya tidak terima! 

Serta jangan ganggu lagi keluarga saya ya?

Sementara itu @addiems dan keluarganya telah saya maafkan dan juga saya telah meminta maaf. Namun, saya benar-benar meminta kepada Addie MS dan keluarganya, agar ke depannya menjaga perilaku serta ucapan dari Kevin aprilio anak sulungnya. Karena sangat tidak elok lah!

Sejauh yang saya tahu--mohon dimaafkan jika salah--bahwa TWILITE Orkestra yang dipimpin @addiems dibiayai oleh keluarga Bakrie, dan Pak Ical Bakrie adalah Ketua Umum Partai Golkar.

Hmmm... lalu kan saya dulu saat Pilkada Banten 2006 didukung oleh PKS, bukan? Adakah semua ini terdapat hubungan 'benang merah' di dalamnya?

Hhhh... semoga saja tidak demikian adanya!

Karena Pak Dr. Arif Satria adalah orang baik yang mapan secara intelektual. Kalau memang yang bersangkutan ditakdirkan jadi Rektor IPB 2013 yang baru, yah kenapa tidak?

Namun harus jauh-jauh deh Pak Dekan dari seorang perempuan semacam Dee Kartika Djumadi (yang konon kata Mantan Ketua HMI Bogor Prima Gandhi, bahwa Dee Kartika Djumadi adalah seorang janda).

Dari hasil investigasi juga ketahuan bahwa Dee Kartika Djumadi, terpantau sedang "galau" karena belum berhasil mendapat posisi yang dia tuju baik sebagai politisi maupun artis penyanyi. Karenanya dikhawatirkan akan menjadi ancaman kontra produktif terhadap pencitraan yang tengah dibangun dengan baik oleh Pak Dekan Mas Dr. Arif Satria selama ini.

Semoga saran saya ini didengar oleh yang bersangkutan...

Semoga...

"Ingin Sekali Memaafkan Cyber Bullying oleh Oknum Tim Keluarga Addie MS & Kevin 
 Aprilio"

Minggu, 13 November 2011

Marissa Haque: Seperti di Riau, Mengerikan Kalau Negara Tak Sanggup Menyentuh Kriminal Korupsi Birokrat Propinsi Banten (Diduga)



DUGAAN KORUPSI: Ratu Atut Chosiyah Dilaporkan ke KPK
Icha Rastika | Latief | Rabu, 28 September 2011 | 19:26 WIB
ICHA RASTIKA Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Aliansi Independen Peduli Publik (AIPP) melaporkan Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (28/9/2011). 
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Aliansi Independen Peduli Publik (AIPP) melaporkan Gubernur Provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/9/2011). Atut dianggap bertanggung jawab atas pengelolaan dana hibah dan bantuan sosial Provinsi Banten 2011 yang diduga telah diselewengkan.

Paling tidak, ada sepuluh lembaga penerima hibah diduga fiktif di beberapa daerah. Total anggaran untuk lembaga fiktif tersebut sebesar Rp 4,5 miliar.
-- Abdullah Dahlan

”Dalam laporan itu, disebut inisial RAC (Ratu Atut) dan EK (Engkos Kosasih),” ujar peneliti dari Divisi Politik ICW, Abdullah Dahlan, di Gedung KPK, Rabu (28/9/2011).

Pemrov Banten diketahui menyalurkan dana hibah sebesar Rp 340 miliar ke 221 organisasi, forum masyarakat, dan instansi negara, serta menyalurkan dana bansos senilai Rp 51 miliar ke 160 lembaga.

Menurut Abdullah, ada lima jenis penyimpangan dalam pengelolaan program hibah dan bansos yang totalnya Rp 391 miliar itu. Penyelewengan pertama, dana hibah itu diberikan kepada lembaga-lembaga fiktif.

”Paling tidak, ada sepuluh lembaga penerima hibah yang diduga fiktif di beberapa daerah. Total anggaran untuk lembaga fiktif tersebut sebesar Rp 4,5 miliar,” katanya.

Perwakilan AIPP, Uday Suhada, menambahkan, dari 18 organisasi penerima hibah, hanya lima yang terdaftar sebagai organisasi formal.

”Di luar lembaga yang bersangkutan tidak diketahui legal atau tidak. Padahal, lembaga penerima hibah harus berbadan hukum, setidaknya tiga tahun,” ungkap Uday.

Penyelewengan kedua, lanjut Abdullah, sejumlah lembaga penerima hibah memiliki alamat yang sama.

”Setidaknya, ada delapan penerima hibah yang memiliki alamat sama, yaitu di Jalan Bridgen Syam'un, Kota Serang, dan empat lembaga dengan alamat sama, yaitu Jalan Syekh Nawawi Albantani Palima, Serang,” paparnya.

Padahal, dana hibah itu seharusnya diterima oleh lembaga-lembaga yang jelas nama dan alamatnya.
”Alokasi dana untuk masing-masing lembaga di Jalan Bridgen KH Syam'un sebesar Rp 22,5 miliar dan yang di jalan Syekh Nawawi total Rp 6,4 juta,” kata Abdullah.

Penyelewengan ketiga, dana tersebut dialirkan ke lembaga-lembaga yang dipimpin oleh keluarga gubernur.

”Mulai dari suami, kakak, anak, menantu, dan ipar,” ucap dia.

Abdullah mencontohkan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang dipimpin suami Ratu Atut, Hikmat Tomet.

”Total hibah yang masuk ke lembaga yang dipimpin keluarga gubernur mencapai Rp 29,5 miliar,” ujarnya.

Keempat, dana hibah ini juga diduga telah dipangkas. Jumlah dana hibah yang diterima lembaga penerima tidak sesuai dengan pagu yang ditetapkan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten.

”Contohnya, Lembaga Kajian Sosial dan Politik (Laksospol) Pandeglang. Dalam daftar penerima, lembaga itu memperoleh hibah Rp 500 juta. Tapi, surat pernyataan Ketua Laksospol Ayie Erlangga, mereka hanya terima Rp 35 juta,” papar Abdullah.

Adapun kerugian dari pemotongan tersebut mencapai Rp 925 juta. Terakhir, sebagian besar penerima bantuan sosial itu tidak jelas.

”Dari 160 penerima dana bansos, pemerintah daerah hanya mencantumkan 30 nama lembaga atau kepanitiaan dan tidak didukung alamat jelas,” ujar Abdullah.

Oleh karena itu, ICW dan AIPP meminta KPK melakukan penyelidikan terhadap pemberian dana bansos dan hibah tersebut. Dikhawatirkan, lanjut Abdullah, pemerintah daerah menjadikan kebijakan publik sebagai instrumen modal politik. Terlebih, ICW melihat bahwa alokasi dana hibah dan bansos Provinsi Banten terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

”Kenaikannya fantastis, pada 2009 totalnya mencapai Rp 74 miliar, tapi pada 2011, menjelang pilkada meningkat Rp 391 miliar,” tukasnya.

Marissa Haque: Seperti di Riau, Mengerikan Kalau Negara Tak Sanggup Menyentuh Kriminal Korupsi Birokrat Propinsi Banten (Diduga)



DUGAAN KORUPSI: Ratu Atut Chosiyah Dilaporkan ke KPK
Icha Rastika | Latief | Rabu, 28 September 2011 | 19:26 WIB
ICHA RASTIKA Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Aliansi Independen Peduli Publik (AIPP) melaporkan Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (28/9/2011). 
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Aliansi Independen Peduli Publik (AIPP) melaporkan Gubernur Provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/9/2011). Atut dianggap bertanggung jawab atas pengelolaan dana hibah dan bantuan sosial Provinsi Banten 2011 yang diduga telah diselewengkan.

Paling tidak, ada sepuluh lembaga penerima hibah diduga fiktif di beberapa daerah. Total anggaran untuk lembaga fiktif tersebut sebesar Rp 4,5 miliar.
-- Abdullah Dahlan

”Dalam laporan itu, disebut inisial RAC (Ratu Atut) dan EK (Engkos Kosasih),” ujar peneliti dari Divisi Politik ICW, Abdullah Dahlan, di Gedung KPK, Rabu (28/9/2011).

Pemrov Banten diketahui menyalurkan dana hibah sebesar Rp 340 miliar ke 221 organisasi, forum masyarakat, dan instansi negara, serta menyalurkan dana bansos senilai Rp 51 miliar ke 160 lembaga.

Menurut Abdullah, ada lima jenis penyimpangan dalam pengelolaan program hibah dan bansos yang totalnya Rp 391 miliar itu. Penyelewengan pertama, dana hibah itu diberikan kepada lembaga-lembaga fiktif.

”Paling tidak, ada sepuluh lembaga penerima hibah yang diduga fiktif di beberapa daerah. Total anggaran untuk lembaga fiktif tersebut sebesar Rp 4,5 miliar,” katanya.

Perwakilan AIPP, Uday Suhada, menambahkan, dari 18 organisasi penerima hibah, hanya lima yang terdaftar sebagai organisasi formal.

”Di luar lembaga yang bersangkutan tidak diketahui legal atau tidak. Padahal, lembaga penerima hibah harus berbadan hukum, setidaknya tiga tahun,” ungkap Uday.

Penyelewengan kedua, lanjut Abdullah, sejumlah lembaga penerima hibah memiliki alamat yang sama.

”Setidaknya, ada delapan penerima hibah yang memiliki alamat sama, yaitu di Jalan Bridgen Syam'un, Kota Serang, dan empat lembaga dengan alamat sama, yaitu Jalan Syekh Nawawi Albantani Palima, Serang,” paparnya.

Padahal, dana hibah itu seharusnya diterima oleh lembaga-lembaga yang jelas nama dan alamatnya.
”Alokasi dana untuk masing-masing lembaga di Jalan Bridgen KH Syam'un sebesar Rp 22,5 miliar dan yang di jalan Syekh Nawawi total Rp 6,4 juta,” kata Abdullah.

Penyelewengan ketiga, dana tersebut dialirkan ke lembaga-lembaga yang dipimpin oleh keluarga gubernur.

”Mulai dari suami, kakak, anak, menantu, dan ipar,” ucap dia.

Abdullah mencontohkan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang dipimpin suami Ratu Atut, Hikmat Tomet.

”Total hibah yang masuk ke lembaga yang dipimpin keluarga gubernur mencapai Rp 29,5 miliar,” ujarnya.

Keempat, dana hibah ini juga diduga telah dipangkas. Jumlah dana hibah yang diterima lembaga penerima tidak sesuai dengan pagu yang ditetapkan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten.

”Contohnya, Lembaga Kajian Sosial dan Politik (Laksospol) Pandeglang. Dalam daftar penerima, lembaga itu memperoleh hibah Rp 500 juta. Tapi, surat pernyataan Ketua Laksospol Ayie Erlangga, mereka hanya terima Rp 35 juta,” papar Abdullah.

Adapun kerugian dari pemotongan tersebut mencapai Rp 925 juta. Terakhir, sebagian besar penerima bantuan sosial itu tidak jelas.

”Dari 160 penerima dana bansos, pemerintah daerah hanya mencantumkan 30 nama lembaga atau kepanitiaan dan tidak didukung alamat jelas,” ujar Abdullah.

Oleh karena itu, ICW dan AIPP meminta KPK melakukan penyelidikan terhadap pemberian dana bansos dan hibah tersebut. Dikhawatirkan, lanjut Abdullah, pemerintah daerah menjadikan kebijakan publik sebagai instrumen modal politik. Terlebih, ICW melihat bahwa alokasi dana hibah dan bansos Provinsi Banten terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

”Kenaikannya fantastis, pada 2009 totalnya mencapai Rp 74 miliar, tapi pada 2011, menjelang pilkada meningkat Rp 391 miliar,” tukasnya.

Rabu, 31 Agustus 2011

"Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ayah Ikang Fawzi & Bunda Marissa Haque (Duta LP3I)"

Marissa Haque: Berat Jadi Duta Lembaga Pendidikan

JAKARTA - Artis senior Marissa Haque telah dinobatkan menjadi duta LP3I. Diakuinya pekerjaan barunya tersebut bisa dibilang cukup berat.“Kalau bicara berat itu pasti, karena ini bicara tanggung jawab, dan bagi saya pun karena ini bentuk ibadah seperti bernafas, senyuman itu ibadah dan ini bukan tugas biasa bagi saya,” ujar Marissa Haque saat ditemui di Gedung ESQ, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dengan menjadi duta LP3I, istri Ikang Fawzy ini menambahkan setidaknya bisa menjadi bagian dari pendidikan di Indonesia yang mulai memprihatinkan.“Keterlibatan aku sebagai duta disini setidaknya aku bisa memberikan pengetahuan yang baik.

Apalagi kondisi pendidikan di Indonesia mulai sedikit memprihatinkan,” katanya.Diakuinya lagi, mengenyam pendidikan hingga mendapat gelar Doktor, membuat kakak kandung Shahnaz Haque merasa punya kewajiban untuk membagi ilmu yang didapat selama dirinya menempuh pendidikan.“Learning by doing, semua saya kerjakan dengan baik. Banyak pengetahuan yang bisa saya berikan untuk siapapun. Lebih pada motivasi, mungkin lebih pada dakhwahnya sehingga itu bisa bermanfaat,” tukasnya.(nov)

Sumber : http://celebrity.okezone.com


"Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)"

Minggu, 28 Agustus 2011

Menyuburkan Jiwa di Malam Terakhir Ramadhan: Bunda Marissa Haque Fawzi

Dari twitter nya Bunda Marissa Haque Fawzi


Menyuburkan Jiwa di Malam Terakhir Ramadhan

 Ya Allah terimakasih banyak untuk semua yang telah Engkau berikan kepada keluarga mungil kami di Pelangi Bintaro. Kini Chikita Fawzi tengah 'tenggelam' dalam menciptakan irama melodi musik karyanya bersama sang Ayah Ikang Fawzi. Sementara Ikang Fawzi suamiku pas selesai mengkhatamkan bacaan Al Quranul Karim, alhamdulillah sempurna penuh sebanyak 30 juz. Isabella sulung kami terlihat sangat menikmati pekerjaannya sebagai the news anchor dan reporter di Global TV, lihatlah penampilan reportasi dia sejak kemarin sore di Nagreg, jawa Barat.

Subhanallah...sementara saya sendiripun semakin merasa damai di hati ini saat merasakan bahwa semua sandiwara dalam kehidupan berhasil secara perlahan namun pasti dapat kusaring hanya tinggal inti emasnya saja dalam genggaman Nur-Mu Ya Rob...


Fabiayyi ala'i Robbi kumma tukadzdzibaaaan... Ni'mat mana lagi yang hendak kau dustakan wahai manusia...

Iman dan keimanan merupakan pupuk hidup penyubur jiwa, yang akan tiba saatnya kelak memberikan aneka bunga rupawan yang akan mengharumi kehidupan dunia serta akhirat kita kelak...Insya Allaaah...

Inspirasi dari: http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/08/28/9874/187/Beautiful-Soul

Minggu, 17 Juli 2011

Tentang Gerakan Musisi Go Clean: Naga Swara dalam Marissa Haque Fawzi

BIL Project Go Clean Concert

facebook BIL Project Go Clean Concert

Sumber: http://www.nagaswarafm.com/bil-project-go-clean-concert.php


bil project go clean concert radio nagaswara fm bogor radiotemen BIL Project Go Clean Concert

Dari kegiatan penelitian tahunan yang dilakukan oleh Universitas Yale di Amerika Serikat, mereka mengeluarkan Environmental Performance Index (EPI) dari 163 negara. Penelitian ini difokuskan pada 25 indikator seperti kebersihan lingkungan, kesehatan, hingga kondisi ekosistem. Posisi Indonesia dalam EPI 2010 berada pada peringkat 134 dengan nilai 44,6, sama dengan yang diraih oleh negara di Afrika, seperti Kamerun dan Rwanda. Indonesia jauh tertinggal dari Singapura yang berada di peringkat 28, Malaysia di 54, Thailand di 67, Brunei di 72 bahkan di bawah Laos dan Vietnam. Itu berarti, di lingkup ASEAN, Indonesia menduduki peringkat kebersihan lingkungan paling rendah! Meski begitu, kota Palembang pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu kota paling bersih di wilayah ASEAN pada 2008 lalu. Berarti sebenarnya, potensi untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di Indonesia sangat mungkin dilakukan. Tentu, butuh kesadaran dan komitmen dari semua pihak untuk melakukannya.

Berangkat dari fakta tersebut, tiga orang musisi yang dihubungkan oleh tali persaudaraan ipar, Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan yang tergabung dalam BIL (Brother In Law) Project  pada tanggal 7 Juli 2011, bertempat di Bentara Budaya Jakarta akan mengadakan konser dengan tema “GO CLEAN”. Konser ini merupakan langkah awal dari tercetusnya sebuah gerakan yang dinamakan “Musisi Go Clean”.

Gerakan ini didukung penuh oleh beberapa elemen masyarakat dan pemerintahan. Salah satunya, turut hadir Pakar Teknologi Lingkungan dari Universitas Indonesia, yang juga anggota Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta dan Dewan Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Firdaus Ali, PhD. “Menurut data Dinas Kebersihan DKI Jakarta, volume sampah ibukota sudah mencapai 26.945 meter kubik dalam sehari, atau setara dengan 6.736 ton. Jika dianalogikan, dalam dua hari, sejumlah sampah ini bisa membangun sebuah bangunan setara Candi Borobudur, karena candi tersebut total volumenya adalah 55 ribu meter kubik,” terang Firdaus yang juga merupakan Dewan Pakar Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia (IATPI). “Karena itu, saya sangat menyambut hangat dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada gerakan yang dimulai dari teman-teman di BIL Project ini. Karena musik punya kapasitas dan kapabilitas yang tinggi untuk mampu menyentuh kesadaran hakiki dan mendorong orang untuk berbuat apa yang diharapkan dibanding dengan sekadar regulasi dan sanksi semata.”

Tentu, bukan sekadar urusan bersih lingkungan yang ingin dikedepankan oleh BIL Project. Sebab, hampir setiap hari dan di setiap aspek kehidupan, masih banyak hal yang perlu “dibersihkan”. Salah satunya adalah soal maraknya pembajakan. Menurut mereka, hal tersebut juga perlu dibersihkan. Maka, gerakan ini juga didukung oleh Rahayu Kertawiguna dalam kapasitasnya sebagai Sekjen Badan Koordinasi Gerakan Anti Pembajakan (BK-GAP). Selain dikenal sebagai produser dengan intuisi tajam di bawah label Nagaswara, ia juga dikenal karena kiprahnya yang gigih melawan pembajakan di Indonesia.

“Musik adalah bahasa yang universal. Musik dapat menjadi perekat dalam hubungan sosial. Karena itu, dengan musik, kami ingin mengajak semua komponen masyarakat untuk turut peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya,” cetus Ikang Fawzi, salah satu penggagas gerakan Musisi Go Clean yang diamini Gilang Ramadhan sambil menambahkan, “Paling tidak, gerakan ini juga akan lebih memicu saya dan lingkungan terdekat untuk lebih bersih dan bersih lagi.”

Gerakan ini sebenarnya juga dimotori oleh kenyataan bahwa melalui musik, tiga orang ini “nyambung” melebihi hubungan “saudara ipar”. Mereka bahkan terbiasa menciptakan lagu secara bersama untuk kemudian merekamnya, yang cukup rutin dilakukan dalam 3 tahun terakhir ini ketika mereka “kumpul keluarga”.  Maka, melalui gerakan ini, beberapa karya mereka akan diperdengarkan dalam sebuah mini album bertema “Ramayana”.

Vocal Ikang yang sangat khas dibalut nuansa rock si “multi instrumentalist” Ekki ditambah dengan tabuhan si maestro drum Gilang—belakangan ini tabuhan Gilang dipopulerkan dengan sebutan Rhythm Sawah—maka terciptalah musik dengan keunikan tersendiri. “Ini melalui proses yang cukup panjang. Tentunya, kebanggaan hampir setiap musisi dan seniman pada umumnya adalah ketika mereka bisa menciptakan atau tercipta karya melalui interaksi dan pengalaman bermusiknya menjadi sesuatu yang baru,”  jelas Gilang sambil berharap, “Semoga saja ini akan menjadi jenis musik industri yang khas Indonesia selain dangdut, yang kami ciptakan untuk menunjukkan eksistensi kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya”.

“Yaaa..!” seru Ekki bersemangat, “Saya juga berharap agar musik ini akan jadi ciri khas untuk menandakan bahwa sebagai bangsa, kita bisa memulai sebuah budaya atau membuat terobosan-terobosan baru. Seperti halnya gerakan Musisi Go Clean ini, boleh jadi merupakan terobosan baru dalam cara mengajak berbudaya bersih dalam semua aspek kehidupan.”

Selain mengeluarkan mini album, menurut Ekki Soekarno, BIL Project bersama elemen-elemen pendukungnya, akan memulai gerakan Musisi Go Clean ini dari Jakarta. Selanjutnya, mengarah ke berbagai daerah sehingga nantinya, ini akan menjadi gerakan nasional. “Sebagai musisi, kami sadar bahwa kami tak bisa memulai gerakan ini tanpa dukungan semua pihak. Karena itu, musik ini kami ciptakan, sekadar untuk mengawali, dan harapannya akan jadi efek bola salju yang populer untuk menjadikan Indonesia bersih, baik bersih lingkungan dan bersih pula mentalitasnya.”

Tentang tema Ramayana dari album tersebut, menurut Ikang yang membuat liriknya, diambil karena Ramayana lekat dengan nuansa cinta. Karena itu, diharapkan, orang akan mencintai gerakan ini. Sehingga, mereka akan dengan sukarela, memulai dari hal kecil, seperti memungut sampah dan membuangnya di bak sampah, hingga bergotong-royong untuk membersihkan lingkungan.
Selain itu, ke depan, dari gerakan di daerah-daerah, diharapkan akan muncul sosok Rama Shinta yang peduli kebersihan. “Kami nanti akan menyeleksi duta-duta daerah, untuk menemukan sosok Rama Shinta, selain juga mencari band-band atau musisi yang akan menjadi simbol gerakan Musisi Go Clean ini,” terang Ikang. “Dan, dari rangkaian tersebut akan berpuncak pada sebuah pertunjukan akbar, yakni Ramayana Rock Opera yang kami harapkan akan jadi titik tolak yang makin besar untuk menggugah kepedulian pada bangsa, sehingga gerakan kebersihan ini akan menjadi gerakan yang menyadarkan bahwa bangsa kita memang bangsa besar yang berpotensi untuk maju dan terus berkembang.”

Diharapkan, dengan gerakan Musisi Go Clean ini, akan mendorong gerakan bersih-bersih, yang bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga menyelamatkan masa depan bangsa.

Tentang BIL Project
BIL Project yang terdiri dari Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan sebetulnya bukan sekadar grup musik.  Ini lebih merupakan sebuah wahana yang bisa dipakai untuk berbagai gerakan positif atau sebagai wadah untuk ide-ide kreatif yang  bahkan melintasi dunia musik. Seperti halnya ide MUSISI GO CLEAN.

Tapi kenyataan bahwa musik lah perekat utama mereka, mengusung ciri khas tersendiri yang dinamakan musik Pop Rock Sawah tapi kemudian dibuat lebih simpel dengan menyebutnya sebagai Musik Sawah. Mereka ingin agar kesederhanaan sawah, kecantikan sawah, keharmonisan sawah, kebergunaan sawah akan membias pada musik atau lagu-lagu ciptaan mereka. Setelah sekian lama “menghilang” dari jagad panggung, mereka berharap, musik yang mereka cetuskan akan jadi sebuah hiburan dan sekaligus penyemangat sebuah gerakan, yakni gerakan yang mendorong dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan.

Tentang Musik Sawah
Ini adalah berawal dari penyebutan nama atas pola ritem yang dipopulerkan sebagai Rhythm Sawah dan menjadi ciri khas permainan drum Gilang Ramadhan. Sang drummer yang diakui dunia akan kekhasan permainan drumnya dikarenakan mengadaptasi dan kemudian menerjemahkan berbagai ritem yang berakar dari budaya perkusi dari seantero Nusantara yang sangat kaya ini ke dalam permainan dan peralatan drum modern.

Nama “sawah” diambil sebagai representasi bahwa inilah ciri Indonesia dari pola permainan drumnya. Sebab, sawah bisa dijumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, dengan pola ritem ini, diharapkan ada ciri musik asli Indonesia, yang ujungnya akan makin mengharumkan nama Indonesia di pentas musik dunia. Dan ketika pola ritem itu dimainkan bersama si “multi instrumentalist” Ekki Soekarno, diperkaya oleh kekhasan vokal Ikang, terciptalah Musik Sawah.

Tentang Gerakan Musisi Go Clean
Musisi Go Clean adalah gerakan yang dimulai oleh personel BIL Project. Gerakan ini murni gerakan sosial yang ditujukan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penikmat musik, untuk lebih peduli pada kebersihan sekitarnya.

Jumat, 15 Juli 2011

Televisi ABC dari Australia Wawancara Bunda Marissa Haque

Kemarin malam saat Ibu Menik mampir ke rumah saya mengantarkan jahitan baju batik untuk Bunda Marissa Haque ibu asuhku  yang cantik dan cerdas itu, di ceritakan kalau baju batik yang akan dijahit adalah untuk wawancara eksklusif Bunda Icha oleh TV asing dari Australia bernama ABC. Kata Ibu Menik lagi bahwa thema yang akan diangkat adalah terkait kasus pidana illegal logging di Indonesia dan demokrasi semu pemerintahan daerah.

Wuuuuuiiih...berat berat amat ya? semoga bagus deh acaranya Bun!

Sumber: http://anak-anakbundamarissa.blogspot.com


"Televisis ABC dari Australia Mewawancara Bunda Marissa  Haque"

Sabtu, 04 Juni 2011

PP No 34 Tahun 2002 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan: Marissa Haque Fawzi

PP No 34 Tahun 2002 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan


Pemanfaatan hutan adalah bentuk kegiatan pemanfaatan kawasan hutan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu serta pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu, secara optimal, berkeadilan untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestariannya (P.1; 2)

Pemanfaatan kawasan pada hutan produksi adalah bentuk usaha untuk memanfaatkan ruang tumbuh sehingga diperoleh manfaat lingkungan, manfaat sosial dan manfaat ekonomi yang optimal dengan tidak mengurangi fungsi pokok hutan. (P.1; 4)

Pemanfaatan jasa lingkungan pada hutan produksi adalah bentuk usaha untuk memanfaatkan potensi jasa lingkungan dengan tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi pokok hutan. (P.1;6)

Pemanfaatan hutan pada hutan produksi dapat berupa : (P.25;9)
a. pemanfaatan kawasan;
b. pemanfaatan jasa lingkungan;
c. pemanfaatan hasil hutan kayu;
d. pemanfaatan hasil hutan bukan kayu;
e. pemungutan hasil hutan kayu;
f. pemungutan hasil hutan bukan kayu.

Sumber:http://marissahaque-lingkungan-hidup-sda.blogspot.com/2011/05/pp-no-34-tahun-2002-tentang-tata-hutan.html

“Terbang ke Angkasa Biru”: Bunda Marissa Haque Kontemplasi di Pesawat North West



Dari Bintaro di Banten, Indonesia menuju Athens di Ohio, Amerika Serikat
1-marissa_haque_indonesiasia



Gagasan Terbang ke Angkasa Biru serta jendela yang berjejer banyak dari dalam pesawat saya angkat ke dalam situs ini sebagai sebuah ide dasar yang muncul saat saya sering melakukan perjalanan panjang pulang-pergi dari rumah di Bintaro, Jakarta Selatan menuju Athens, Ohio tempat saya menyelesaikan studi Master keduaku pada bidang studi Film dan Televisi di Ohio University, AS.

Saat matahari tenggelam, lalu terbit kembali, disusul oleh naiknya sang fajar yang disempurnakan oleh langit biru nan cerah membawa hati dan pikiranku melambung tinggi mengikuti arah bias sinarnya. Momen indah nan singkat ini tak pernah kubiarkan luput dari dzikir dan syukurku ke hadirat Nya. Sekaligus mengabadikannya ke dalam beberapa snap shots dengan menggunakan manual dan digital photo camera yang tak pernah tertinggal dalam tasku.

Pertimbangan lainnya mengapa tema Terbang ke Angkasa Biru ini saya pilih, karena saya selalu merasa terus berada dalam perjalanan panjang yang tak pernah henti. Persis seperti cakrawala tak bertepi di atas kepala saat berada di ketinggian ribuan mil diudara. Kehidupan manusia yang terus berterbangan menuju pusarannya di Atas Sana.
2-us-indonesia-kampus-marissa-haque-saat-di-ohio-university-athens-ohio-us-dulu-2000Langkah kehidupanku yang belum selesai, masih terasa panjang untuk disempurnakan. Seiring dengan penerbangan-penerbangan panjang yang kulalui tanpa rasa jemu. Penerbangan-penerbangan yang kuiringi dengan senyum ikhlas serta doa syukur yang tak pernah henti. Sambil menanti penerbangan panjang yang sesungguhnya, menuju muara Sang Kekasih Abadi.

Kontemplasi oleh: Marissa Haque Fawzi
Saat berada di pesawat North West, Detroit, 2003, Menuju Columbus, Ohio, Amerika Serikat.


Sumber: http://marissahaque-lingkungan-hidup-sda.blogspot.com/

dan Sumber: http://www.marissahaque-dulu-pdip.com/terbang/

Rabu, 01 Juni 2011

Berharap Besar pada Para Alumni IPB dalam Pemberantasan Korupsi Berkelanjutan Indonesia: Marissa Haque Fawzi

Suara Rakyat di Infokorupsi.com

Harapan publik agar Istana ikut campur menyelidiki rekening mencurigakan sejumlah perwira pupus sudah. Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum bentukan SBY memutuskan tidak terlibat. "Masalah itu sudah ditangan Kapolri sendiri. Saya kira masalah intern. Saya kira kita tidak akan ikut campur masalah ini," ujar Kuntoro Mangkusubroto (Sumber: Suara Rakyat di Infokorupsi.com. Jakarta, 1 Juli 2010)

Sumber:http:marissa-haque-islam.blogspot.com 

Kenapa Membiarkan Indonesia memiliki 'Nilai Tambah' pada Bidang Korupsi?: dalam Marissa Haque

Dari PSL IPB Marissa Haque Mendoakan Kesuksesan Penampilan Ikang Fawzi Suaminya di Trans TV


Memang Seru!
Lagu di bawah ini adalah salah satu pendidikan moral-spiritual Ikang Fawzi dan tim "Catatan si Boy" dalam lagu dan film. Tayangan di on-air kan semalam pada tanggal 28 Mei 2011. Pesona Ikang Fawzi suamiku dan sihir musik kenapa tidak secara berkelanjutan menjadi diferensiasi LP3 I ya?
Semoga ide kami ini ini positif adanya.
Allahu Akbar!


Terimakasih banyak TransTV...Terimakasih sangat besar Telekomsel...
Sukses Terus...

The Show of Ikang Fawzi (Husband of Marissa Haque) and Andi Rif on TRANS TV for 16th Telekomsel Birthday, 28-05-2011 08.00 PM


Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com/
dan http://giewahyudi.com/konser-16-tahun-telkomsel-paling-indonesia/


Fwd>
Sebagai pelanggan Telkomsel, saya merasa beruntung bisa menyaksikan secara langsung konser perayaan ulang tahun ke-16 Telkomsel. Pertunjukan musik akbar bertajuk Konser 16 Tahun Paling Indonesia itu bertempat di Hall D PRJ Kemayoran, Jakarta. Di lokasi dimana Santana pernah tampil dalam Java Jazz Festival 2011 itu, saya menyaksikan secara langsung puluhan musisi tampil memukau para penonton.

Konser 16 Tahun Telkomsel Paling Indonesia itu disiarkan secara live di Trans TV dan Trans 7. Hebatnya, konser ulang tahun Telkomsel itu disiarkan non-stop selama 75 menit tanpa jeda iklan sama sekali. Seluruh penampilan para musisi diiringi oleh Magenta Orchestra yang dipimpin oleh Andi Rianto. Saya yang masuk ke ruangan konser sekitar 45 menit sebelum konser dimulai bisa menyaksikan beberapa artis yang melakukan gladi resik. Sedangkan kru-kru Trans TV sibuk menyelesaikan persiapan akhir di panggung.

Saya yang duduk pada barisan paling depan sudah tidak sabar ketika kru Trans TV menghitung mundur acara on-air Konser 16 Tahun Telkomsel Paling Indonesia. Three Two One! Panggung Konser dimulai dengan penampilan para penari yang menampilkan beberapa tari tradisional, di antaranya tari Saman. Musisi pertama yang tampil adalah Kikan “Cokelat” Namara yang membawakan lagu Bendera, kemudian Andi /rif bergabung ke panggung dan berduet dengan Kikan. Penampilan mereka begitu memukau dengan empat penari yang membawa Sang Saka Merah Putih.

Musisi Konser 16 Tahun Telkomsel Konser 16 Tahun Telkomsel Paling Indonesia

Ello dan Dewi Sandra kemudian tampil dengan membawakan lagu Cinta Negeri. Setelah itu, Yovie And Nuno membawakan beberapa lagunya secara medley. Artis Indonesia yang sudah go international, Anggun C. Sasmi, kemudian tampil dengan membawakan lagu barunya yang berjudul Hanyalah Cinta. Penampilan berikutnya juga tak kalau memukau karena gitaris senior Ian Antono melakukan guitar-duel dengan gitaris Piyu Padi. Penampilan duo gitaris lintas generasi yang diiringi olah vokal Kikan ini mendapatkan beberapa kali standing-ovation dari para penonton.

Panggung yang gemerlap itu kemudian dimeriahkan beberapa musisi seperti Yovie And Nuno, Denada, dan trio Audrey-Gamaliel-Cantika. Musisi yang paling saya nantikan adalah pemain harpa Maya Hasan. Maya Hasan yang mengenakan gaun putih memainkan harpanya untuk mengiringi Anggun yang membawakan lagu Mimpi. Suasana meriah ketika musisi senior Ikang Fawzi muncul dari barisan belakang penonton dan menyanyikan lagu Catatan Si Boy. Ikang Fawzi kemudian berduet dengan Andi /Rif di atas panggung.

Gie Konser Telkomsel Konser 16 Tahun Telkomsel Paling Indonesia

Perayaan ulang tahun ke-16 Telkomsel dimeriahkan dengan hadirnya Pak Habibie yang dinobatkan menjadi pelanggan ke-100 juta Telkomsel. Pak Habibie duduk di kursi VVIP yang didampingi oleh Direktur Telkomsel Sarwoto Atmosutarno. Konser ini kemudian ditutup dengan tampilnya semua musisi dengan membawakan lagu Rumah Kita karya God Bless. Saya kira acara konser hanya sampai di situ, tapi ternyata masih ada konser off-air. Yang membuat istimewa acara off-air ini adalah tampilnya Sita Nursanti.

Sita Nursanti yang pernah membawakan lagu Donna Donna Donna karya Bob Dylan tampil memukau dengan gaun merahnya. Setelah acara off-air selesai, saya menyempatkan diri foto-foto di atas panggung megah itu. Senang rasanya bisa nonton kemeriahan konser ulang tahun ke-16 Telkomsel. Keluar dari Hall D PRJ Kemayoran saya harus memacu sepeda motor dari Kemayoran ke Bekasi. Lelah tapi senang, selain karena bisa melihat penampilan live Maya Hasan paginya bisa nonton Barcelona yang meraih juara Piala Champions 2011.
  
Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com

Senin, 11 April 2011

Marissa Haque: Kiriman Ikang Fawzi Suamiku dari Pengalaman Hidup di Tokyo-Jepang

marissahaqueandikangfawziatlittlefoDi Negara Jepang, sampah yang dihasilkan dari aktivitas produksi (ada beberapa pengecualian) dianggap sebagai sampai industry, dan pengolahannya diserahkan sebagai tanggung jawab dari pihak yang menghasilkannya. Di luar sampah industry maka digolongkan sebagai sampah umum, dan secara garis besar dibagi menjadi sampah umum terkontrol khusus dan sampah selain itu (sampah rumah tangga, air, kotoran). Oleh karena ‘kualitas’ dan kuantitas sampah yang dihasilkan tidak sama tergantung negara atau distrik, maka metode pengolahannya pun sudah pasti berbeda. Dalam kesempatan ini, akan diperkenalkan kondisi perkembangan pengolahan sampah umum yang dilakukan Jepang, dengan menitikberatkan sisi hardwarenya.

umber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com/2010/11/27/penanganan-sampah-jepang-dapat-untuk-tangsel-pengalaman-ikang-fawzi-suamiku-tinggal-di-tokyo-jepang/#more-46
 

Sejak pertengahan abad ke-19, di Jepang, seiring dengan laju modernisasi konsentrasi populasi khususnya daerah perkotaan berkembang pesat sehingga kesehatan masyarakat menjadi masalah serius, dan penguburan sampah mulai dibatasi, di sisi lain pembakaran sampah mulai dianjurkan. Kemudian, pada tahun 1900 dibentuklah undang-undang pembuangan sampah, yang menjadikan tugas pengolahan sampah sebagai tanggung jawab pemerintah, sehingga sejak itu dimulailah era pembakaran. Yaitu diadopsinya model penguburan residu pembakaran di tempat pembuangan akhir setelah upaya dengan titik berat pada proses pembakaran sampah yang dari sudut pandang antisipasi penyakit menular, kesehatan masyarakat, dan pengurangan volume sampah sangat berarti.

Sekitar akhiur abad ke-20, gas rumah kaca, limbah beracun, zat polutan mikro, tempat pengolahan akhir, mulai dihubungkan erat dengan pengolahan sampah. Khususnya, masalah dioksin telah menjadi masalah besar masyarakat. Terhadap masalah ini, antisipasinya adalah menggiatkan pengembangan dan penggunaan tungku pelelehan berbahan bakar gas, produksi RDF dan pengolahan area luas, serta tungku stoker generasi baru, bersamaan dengan peninjauan ulang teknologi pembakaran konvensional karena dioksin akan terurai dalam kondisi pembakaran sempurna suhu tinggi Selain itu, pengaruh pertumbuhan ekonomi membuat hidup masyarakat menjadi berkecukupan, yang menjadikan lekat pola hidup produksi massal dan konsumtif, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan semakin membengkak. Konsekuensinya adalah, semakin menipisnya sisa tahun penampungan di tempat pembuangan akhir, serta sulitnya mendapatkan lahan tempat pembuangan akhir yang baru, sehingga jumlah sampah tidak layak bakar membengkak. Atas dasar itu, dewasa ini daur ulang sampah menjadi barang bermanfaat menjadi orientasi, karena di samping dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir, juga turut mengurangi konsumsi sumber daya alam dan meringankan beban lingkungan.


Teknologi Pembakaran Stoker
Bagian utama fasilitas pembakaran, terdiri dari fasilitas receiving dan supply, fasilitas pembakaran, fasilitas pendinginan gas pembakaran, fasilitas pengolahan gas emisi, fasilitas pembangkit listrik, fasilitas pemanfaatan panas sisa, fasilitas pengeluaran abu, serta pengolahan air buangan.

Tungku pembakaran yang menjadi jantung fasilitas pembakaran, dari formatnya dapat dibagi secara gamblang menjadi tipe stoker dan tipe aliran dasar. Tipe stoker adalah mainstream tungku pembakaran, memiliki sejarah panjang, dan jumlah fasilitasnya jauh lebih banyak. Dengan stoker yang bergerak kedepan-belakang sampah diaduk, untuk pengeringan dan pembakaran digunakan berbagai macam tungku dari tipe kecil hingga ke yang besar. Selain itu, bentuk tungku pembakaran dapat dibagi menjadi tungku aliran berlawanan, tungku aliran tengah, dan tungku aliran searah. Bentuk tungku yang digunakan untuk pembakaran berbeda-beda tergantung karakter sampah yang dijadikan obyek.

Dioksin tidak hanya dihasilkan dari pembakaran sampah, tetapi dapat dihasilkan olehsemua pembakaran. Gas emisi kendaraan, kebakaran hutan, asap rokok dan dari perkara lain di sekitar kita juga dihasilkan. Selain itu, juga proses pemutihan bubur kertas pun dihasilkan, dan ada kadangkala dihasilkan sebagai impurity pada proses produksi senyawa khlorinat organik.

Terjadinya dioksin dalam pembakaran sampah, dapat dikendalikan dengan penguraian suhu tinggi dioksin atau prehormon melalui pembakaran sempurna yang stabil. Untuk itu, penting untuk mempertahankan suhu tinggi gas pembakaran dalam tungku pembakaran, menjaga waktu keberadaan yang cukup bagi gas pembakaran, serta pengadukan campuran antara gas yang belum terbakar dan udara dalam gas pembakaran. Kemudian terhadap pencegahan pembentukan senyawa de novo yang juga merupakan penyebab munculnya dioksin, pendinginan mendadak serta pengkondisian suhu rendah gas pembakaran akan efektif
Selain itu, terhadap debu terbang yang dikumpulkan dengan penghisap debu yang banyak mengandung dioksin, ada teknologi pemrosesan reduksi khlorinat dengan panas. Untuk udara atmosfir yang dikembalikan karena menggunakan reaksi reduksi khlorinat dengan menukar khlor yang terkandung dalam dioksin dengan hydrogen, dengan terus memanaskan debu terbang pada suhu 350 keatas, 95 dioksin dalam debu dari jumlah totalnya akan terurai. Ini digunakan sebagai teknologi yang dapat menguraikan dioksin dengan energi input lebih sedikit dibandingkan dengan peleburan.

Pengolahan abu
Karena debu yang dikumpulkan dengan penghisap debu banyak mengandung logam berat atau dioksin, ditetapkan sebagai sampah umum kontrol khusus dan diwajibkan atasnya berbagai proses seperti proses sementasi, proses chelation, ekstraksi asam atau solvent/ netralisasi, peleburan, dan burning.

Di antara ini semua, pada peleburan abu bakaran atau abu terbang dipanaskan pada suhu 1250 1450 atau lebih dengan menggunakan panas pembakaran bahan bakar atau energi listrik, san abu dijadika slag. Karena diproses suhu tinggi, dioksin dalam residu pembakaran pun 99 % ke atas terurai. Abu yang telah dijadikan slag, selain mengalami penyusutan volume, juga mengalami netralisasi racun, karena itu pemanfaatan ulang terbuka lebar, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai andil dalam memperpanjang umur tempat pembuangan akhir.

Pemanfaatan pembangkit listrik dan panas sisa uap panas tekanan tinggi yang dihasilkan boiler, dikirim ke turbin uap, dan turbin melakukan kerja dengan berputar, semakin besar selisih panas anatara inlet dan outlet semakin besar pula daya listrik yang dibangkitkan oleh kerja turbin uap per kuantitas uap. Karena itu, improvisasi persyaratan inlet turbin dengan cara membuat boiler panas dan tekanan tinggi, di samping improvisasi tingkat kevakuuman pada outlet turbin (tekanan rendah outlet) merupakan jalan untuk mendapatkan daya listrik tinggi. Selain itu, sebagai pemanfaatan sisa panas, uap yang dihasilkan boiler dimanfaatkan secara langsung atau melalui alat penukar panas untuk membuat air hangat yang itu kemudian digunakan di internal atau eksternal fasilitas.

Tungku Pelelehan Berbahan Bakar Gas
Agenda permasalahan tungku pembakaran sampah yang sudah ada adalah pengurangan beban lingkungan dan penggalakan penarikan barang yang diperlukan pada proses pengolahan. Pada pertengahan tahun 1970 mulai pengembangannya dilakukan, sebagai upaya pemecahan masalah tersebut, dengan memperhatikan penguraian oleh panas. Tetapi, karena sampahnya mengandung elemen yang kompleks dan kuantitas panas yang dihasilkan rendah, sulit untuk direalisasikan karena membutuhkan energi pembantu dalam jumlah besar.
Tetapi, akhir-akhir ini, permasalahan ini memiliki prospek pemecahan tungku pelelehan berbahan bakar gas dilirik kembali karena kuatnya dorongan kebutuhan akan pengurangan kuantitas emisi dioksin, serta tuntutan cost down yang dikeluarkan untuk pelelehan abu mengingat proses pelelehan abu bakaran sudah menjadi umum. Sebagai formatnya, ada 3 jenis tungku pelelehan berbahan bakar gas: tipe fluida dasar, tipe kiln, serta tipe tungku shaft. Ada berbagai karakteristik seperti pengurangan drastis jumlah emisi dioksin dengan pembakaran suhu tinggi, perampingan fasilitas pengolahan gas emisi dengan pembakaran rasio udara rendah, serta tidak diperlukannya sumber panas eksternal karena pemanfaatan panas yang dimiliki sampah untuk pelelehan abu sampah.

Memang mesin ini memiliki reputasi pengoperasian yang semakin bertambah, di satu ia dikritisi khususnya karena memerlukan input energi pembantu, ketidakcocokan dengan sampah kalori rendah, kesulitan penanganan slag, serta parahnya kerusakan bahan tahan api.

Tungku Stoker Generasi Baru
Pada tungku pelelehan berbahan bakar gas terdapat permasalahan sebagaimana disebutkan di depan, dan konfigurasi sistem pengolahan gas emisi pun tidak terlalu jauh berbeda dari tungku pembakaran stoker konvensional, tetapi jika pembakaran suhu tinggi rasio udara rendah dengan tipe tungku stoker konvensional, dapat dihasilkan efek yang serupa dengan tungku pelelehan berbahan bakar gas, karena itulah penggunaan tungku stoker generasi baru mulai dipertimbangkan. Tungku stoker memiliki reputasi nyata, dan reliabilitasnya tinggi.

Selain itu, karena suhu pembakarannya sekitar 1100 , keuntungannya adalah kerusakan bahan tahan api yang kecil. Dewasa ini, di berbagai perusahaan, sedang giat diterapkan uji demonstrasi atau uji mesin, dan konsep total tungku stoker generasi baru, kini bergeser dari pemapanan teknologi, menuju pelemparan ke pasaran. Konsep total masing-masing perusahaan mengenai tungku stoker generasi baru berbeda dalam hal pembakaran suhu tinggi dengan rasio udara rendah dan pencapaian efisiensi pembakaran tinggi, penurunan konsentrasi dioksin, pengurangan kunatitas gas emisi, rasio pemanfaatan panas dan peningkatan efisiensi pembangkit listrik, serta tingkat kebersihan dari debu, dan ke depan perkembangan ini perlu diamati terus.

Pembuatan RDF dan Pengolahan Wilayah Luas
RDF (Refuse Derived Fuel) adalah bahan bakar yang dibentuk seperti krayon dengan mencampurkan batu abu ke sampah yang telah dipisahkan dari sampah tidak terbakar. Dengan melakukan ini, tidak akan membusuk walau disimpan dalam waktu lama, serta sangat praktis untuk pengangkutan. Jika kualitasnya homogen pembakaran pun stabil. Karena itu, fasilitas pembuatan RDF dibangun di berbagai tempat, lalu RDF yang dibuat di masing-masing tempat di wilayah yang luas tersebut diangkut dan dikumpulkan ke satu tempat, sehingga dapat diadopsi suatu sistem fasilitas pembangkit listrik yang mengelolah RDF dalam skala besar. Mengingat kasus ini merupakan contoh pengolahan sampah area luas, untuk meningkatkan nilai komersial sistem secara luas, perlu memikirkan pembangkit listrik efisiensi tinggi dan biaya operasionalnya ditutupi oleh hasil penjualan listrik tersebut.

Poin-poin Penting serta Saran Antisipasi untuk Fasilitas Insinerator Sampah tetap akan dihasilkan karena semaksimal apa pun upaya untuk 3R (Refuse, Reuse, dan Recycle), penurunan kualitas barang tidak bisa dielakkan. Proses pembakaran sampah yang dapat melakukan daur ulang termal, akhir-akhir ini menjadi teknologi yang mutlak diperlukan. Tetapi fasilitas pembakaran dengan beban lingkungan yang rendah serta biaya operasional yang murah selalu menjadi tuntutan. Sebagai teknologi pembakaran yang dapat bertahan, pengurangan jumlah emisi dioksin, suplai energi efisiensi tinggi, pengurangan kuantitas produksi gas efek rumah kaca, seta peringanan lainnya menjadi target sasaran.

Teknologi Fermentasi Metana
Pada tauhn 2002, di Jepang, telah dicanangkan “biomass - strategi total Jepang” sebagai kebijakan negara. Sebagai salah satu teknologi pemanfaatan biomass sumber daya alam dapat diperbaharui yang dikembangkan di bawah moto bendera ini, dikenal teknologi fermentasi gas metana. Sampah dapur serta air seni, serta isi septic tank diolah dengan fermentasi gas metana dan diambil biomassnya untuk menghasilkan listrik, lebih lanjut panas yang ditimbulkan juga turut dimanfaatkan. Sedangkan residunya dapat digunakan untuk pembuatan kompos.

Karena sampah dapur mengandung air 70 - 80 %, sebelum dibakar, kandungan air tersebut perlu diuapkan. Di sini, dengan pembagian berdasarkan sumber penghasil sampah dapur serta fermentasi gas metana, dapat dihasilkan sumber energi baru dan ditingkatkan efisiensi termal secara total.

Jenis serta Struktur Tempat Pembuangan Akhir
Untuk tempat pembuangan akhir, metode penempatannya diatur menurut undang-undang pengolahan sampah, dan dibagi menjadi tempat pembuangan tipe aman, tempat pembuangan terkontrol, tempat pembuangan terisolasi. Mengenai penerimaan sampah umum ditangani oleh tempat pembuangan terkontrol. Penimbunan memanfaatkan reaksi penguraian senyawa organik oleh mikroba yang hidup di dalam tanah. Karena pada saat penimbunan akan dihasilkan gas dapat terbakar seperti gas metana, disiapkan tabung tahan gas untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan.

Teknologi Pengolahan Air Rembesan
Pada saat dilakukan penimbunan, kualitas air rembesan (lindih) sangat dipengaruhi oleh karakteristik sampah yang ditimbun, skala tanah timbunan, kedalamannya, kondisi iklim, konstruksi timbunan dan sebagainya. Memang ini merupakan pengolahan yang disesuaikan dengan standar kapasitas buangan yang mengikuti lokasi, tetapi proses awal/ penyesuaian, proses biologi dan proses kimiawi menjadi bagian utama dalam pengolahan lindih yang dihasilkan, yang setelah diolah dikirim ke lokasi penimbunan.

PENUTUP
Teknologi pengolahan sampah telah diperkenalkan dengan menintikberatkan pada teknologi pembakaran yang paling banyak diadopsi. Teknologi pengolahan sampah, merupakan teknologi yang keberadaannya dirasakan mutlak untuk menjaga agar lingkungan hidup lebih baik, dengan mengolah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga serta dari aktivitas industry. Idealnya, agar dapat dikembangkan teknologi pengolahan sampah yang dengan itu dapat menekan konsumsi sumber daya alam serta meringankan beban lingkungan

DAFTAR PUSTAKA
Bahan Seminar Teknologi Lingkungan, Penyelenggara : Steering Committee Akselerasi Pertukaran Teknologi Lingkungan (oleh Kawasaki Juko, Co. Ltd.)

Entri Populer