Ikan di Laut Tercemar Indonesia

Ikan di Laut Tercemar Indonesia
Sumber Ikan Laut yang Merana

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi
Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi, Doktoral di IPB

Total Tayangan Halaman

Riset Pencemaran Lingkungan Hidup di Buyat, Sulawesi Utara

Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bali
SDALH Marissa Haque-Kebun Raya Bali
Tampilkan postingan dengan label Pemberantasan Illegal Logging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemberantasan Illegal Logging. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Agustus 2009

Indonesian Agriculture Minister is Going to London to Meet NGOs Over Oil Palm Plantations

BOS on Marissa Haque: Indonesian Agriculture minister is going to London to meet NGOs over oil palm plantations.

Jakarta (ANTARA News) - Agriculture Minister Anton Apriyantono will leave for London, Britain, next weekend, to talk with European non-governmental organizations (NGOs) activists about their negative campaigns on Indonesia`s oil palm plantations.
Several West European NGOs had blamed Indonesia`s oil palm plantations for environmental degradation, deforestation, decrease in the number of rare fauna, and largely contributing to the global warming, the minister said here on Thursday.

“Next week I will meet British and international media to present a number of views and facts on the national oil palm industry to straighten out some misunderstandings,” he said in a gathering attended by members of the Indonesian Palm Oil Council (DMSI).

During his stay in London, he would also hold meetings with several British ministers, especially those in charge of agriculture and international cooperation.

The agriculture minister said that the accusation of European NGOs saying that oil palm plantations in Indonesia were to blamed for the environmental degradation, was just a misunderstanding.

He admitted that there were some irregularities in the opening of oil palm plantations. However, it did not mean that the whole policies on the oil palm industry of the Indonesian government were wrong, he said.

The Indonesian government has issued policies for a sustainable development of oil palm industry for the welfare of the people and without destroying the environment, he said. The government was committed to the implementation of sustainable development through the Round Table Sustainable Palm Oil Program (RSPO), reduction of CO2 gas emissions, good agriculture practices, and tropical rain forest protection, the minister said.

The minister would also inform European NGOs about the corporate social responsibility program carried out by the country`s oil palm plantations which empowered small-and-medium scale industries surrounding the oil palm plantations. Minister Apriyantono said that Indonesia in cooperation with Malaysia, another major oil palm producer, would launch a long-term `Sustainable Palm Oil` campaign. The government has allocated a fund amounting to 500,000 Euros for the campaign. (*)

Source: savetheorangutan.org/2007/09/

Minggu, 21 Juni 2009

Bunda Kami Marissa Haque Mangajak Melawan Illegal Logging di Provinsi Riau

Sumber: Walhi Riau

Selasa, 24 Juni 2008 21:12, Marissa Haque Menemui KAMMI Riau, Mengajak Menolak Cagub yang Terindikasi Melakukan Pidana Illegal Logging di Provinsi Riau.

Mantan politisi PDIP Marisa Haque yang sekarang kembali kejalan yang benar dengan bergabung pada PPP, berkunjung ke sekretariat KAMMI Riau. Dalam kesempatan itu ia mengajak masyarakat Riau menolak Cagub/Cawagub yang terkait illegal logging.

Riauterkini-PEKANBARU-Tak berujungnya penuntasan kasus illegal logging (ilog) di Riau memicu kritikan dari berbagai pihak. Diantaranya keluar dari lisan seorang artis terkenal, Marisa Haque. Dalam acara silaturahimnya ke sekretariat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Riau (24/6), Marisa menghimbau masyarakat Riau untuk tak lagi memilih Cagub yang terlibat ilog. Menurutnya, ini sangat merugikan masyarakat Riau. Karena banyaknya hutan ditebang hanya akan memperkaya segelintir birokrat. "Dampak kejahatan ilog sangat luar biasa bagi bangsa ini. Kejahatan ini sangat sistematis, dan berhubungan erat dengan sistem. Untuk itu, dalam Pilgub nanti masyarakat Riau harus selektif, jangan memilih Cagub yang terlibat ilog" ujar Marisa kepada forum yang terdiri dari LSM Jikalahari, mahasiswa dan media massa nasional dan daerah.

Menanggapi himbauan Marisa, Ketua KAMMI Riau Effendi Muharram telah berencana untuk mengumpulkan tandatangan di atas spanduk yang berisi kriteria politisi busuk, diantaranya yang kompromi dengan pelaku ilog. "Kita telah merencanakan ke depannya untuk mengumpulkan tandatangan dari masyarakat, agar tidak memilih politisi busuk. Untuk ini kita akan galang kekuatan dari lembaga mahasiswa, terutama BEM se Riau. Dalam spanduk itu kita akan cantumkan kriteria-kriteria politisi busuk, salah satunya yang tidak tegas terhadap pelaku ilog", ujarnya kepada forum acara. Marisa juga berulang kali menyinggung tentang kondisi masyarakat Riau. Menurutnya, keadaan masyarakat sangat tidak bekesesuaian dengan potensi yang dimiliki Riau sendiri.

"Miris ketika saya mengetahui rupanya Riau salah satu provinsi yang angka kemiskinannya layak untuk dikhawatirkan. Apalagi Riau dengan potensi yang dimilikinya seharusnya dapat memakmurkan. Ini tak lain indikasi kemiskinan yang sistematis (by design)" Paparnya dengan antusias.

Sebagaimana yang diketahui, kunjungan Marisa ke Riau dalam rangka menuntaskan disertasi S3 nya, yang mengambil masalah penuntasan illegal logging. Dalam kunjungannya kali ini, Marissa Haque juga menemui Kapolda Riau, LSM Jikalahari dan Walhi Riau. (Rls)

***

Entri Populer