Ikan di Laut Tercemar Indonesia

Ikan di Laut Tercemar Indonesia
Sumber Ikan Laut yang Merana

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi
Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi, Doktoral di IPB

Total Tayangan Halaman

Riset Pencemaran Lingkungan Hidup di Buyat, Sulawesi Utara

Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bali
SDALH Marissa Haque-Kebun Raya Bali
Tampilkan postingan dengan label Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hutan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2011

Selain Persiapan Membuat Buku tentang Hukum & Lingkungan Hutan, Juga tentang Musik: Marissa Haque Fawzi

"Musik, Film, Sastra, dan Linguistik"

Banyak teman infotainment menanyakan kepada kami berdua, seperti apa sih macam atau bentuk manajemen keluarga kami? Maka... inilah salah satu jawaban ata pertanyaan tersebut diatas, bahwa dunia asli keluarga Ikang Fawzi dan Marissa Haque yang juga diisi oleh Isabella Fawzi & Chikita Fawzi adalah: (1) musik; (2) film; (3) sastra; dan (4) linguistik.


Sebagai penulis memang saya belum terlalu produktif--tentu dengan catatan penulisan ilmiah akademik saya sangat banyak. Baru terbilang dua buku saya hasilkan di dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, yaitu: (1) Aminah; dan (2) Bahasa Kasih.

Buku pertama adala buku anak-anak dan lingkungan hidup terkait pencemaran lingkungan, berbahasa Inggris dan Indonesia (bilingual). Sementara buku kedua adalah transliterasi dari thesis S2-ku yang pertama dari Pasca Sarjana Unika Atmajaya jurusan LTBI (Linguistik Terapan Bahasa Inggris), tentang pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak tunarungu (ASL atau American Sign Language).

Kehidupan keluarga kami memang dikelilingi oleh buku-buku, kliping, musik, dan film. Maka dalam waku dekat ini, insya Allah saya diberi energi oleh Allah Azza wa Jalla untuk merampungkan buku ketigaku berjudul: "Proses Kreatif Lagu & Syair Ikang Fawzi."

Metode yang kupakai sejenis in-depth interview, sangat enak karena data primer-nya adalah suami sendiri. Bisa kuwawancara sembari tiduran, pakai kimono tidur, di meja makan, bahkan... di kamar mandi... hehe...

Lagu "Randy & CIndy" Ciptaan Ayah Ikang-ku untuk 2 Keponakannya Terkasih Kak Randy dan Kak Cindy(1) Lagu "Randy & Cindy" Ciptaan Ikang-ku untuk 2 Keponakannya Terkasih Randy dan Cindy (anak dari Kak Uttie Tangkau-Fawzi & Kak Rex Tangkau)

The Women of School of Communications (Ibu Icha, Aku, dan Kiki adikku) (2) Women of School of Communications (Women of Isabella Fawzi's Heart: Marissa Haque and Chikita Fawzi, 2009), ILUNI dari FIB UI (Fakulas Ilmu Budaya jurusan Sastra Inggris, Universitas Indonesia)

Minggu, 21 Juni 2009

Bunda Kami Marissa Haque Mangajak Melawan Illegal Logging di Provinsi Riau

Sumber: Walhi Riau

Selasa, 24 Juni 2008 21:12, Marissa Haque Menemui KAMMI Riau, Mengajak Menolak Cagub yang Terindikasi Melakukan Pidana Illegal Logging di Provinsi Riau.

Mantan politisi PDIP Marisa Haque yang sekarang kembali kejalan yang benar dengan bergabung pada PPP, berkunjung ke sekretariat KAMMI Riau. Dalam kesempatan itu ia mengajak masyarakat Riau menolak Cagub/Cawagub yang terkait illegal logging.

Riauterkini-PEKANBARU-Tak berujungnya penuntasan kasus illegal logging (ilog) di Riau memicu kritikan dari berbagai pihak. Diantaranya keluar dari lisan seorang artis terkenal, Marisa Haque. Dalam acara silaturahimnya ke sekretariat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Riau (24/6), Marisa menghimbau masyarakat Riau untuk tak lagi memilih Cagub yang terlibat ilog. Menurutnya, ini sangat merugikan masyarakat Riau. Karena banyaknya hutan ditebang hanya akan memperkaya segelintir birokrat. "Dampak kejahatan ilog sangat luar biasa bagi bangsa ini. Kejahatan ini sangat sistematis, dan berhubungan erat dengan sistem. Untuk itu, dalam Pilgub nanti masyarakat Riau harus selektif, jangan memilih Cagub yang terlibat ilog" ujar Marisa kepada forum yang terdiri dari LSM Jikalahari, mahasiswa dan media massa nasional dan daerah.

Menanggapi himbauan Marisa, Ketua KAMMI Riau Effendi Muharram telah berencana untuk mengumpulkan tandatangan di atas spanduk yang berisi kriteria politisi busuk, diantaranya yang kompromi dengan pelaku ilog. "Kita telah merencanakan ke depannya untuk mengumpulkan tandatangan dari masyarakat, agar tidak memilih politisi busuk. Untuk ini kita akan galang kekuatan dari lembaga mahasiswa, terutama BEM se Riau. Dalam spanduk itu kita akan cantumkan kriteria-kriteria politisi busuk, salah satunya yang tidak tegas terhadap pelaku ilog", ujarnya kepada forum acara. Marisa juga berulang kali menyinggung tentang kondisi masyarakat Riau. Menurutnya, keadaan masyarakat sangat tidak bekesesuaian dengan potensi yang dimiliki Riau sendiri.

"Miris ketika saya mengetahui rupanya Riau salah satu provinsi yang angka kemiskinannya layak untuk dikhawatirkan. Apalagi Riau dengan potensi yang dimilikinya seharusnya dapat memakmurkan. Ini tak lain indikasi kemiskinan yang sistematis (by design)" Paparnya dengan antusias.

Sebagaimana yang diketahui, kunjungan Marisa ke Riau dalam rangka menuntaskan disertasi S3 nya, yang mengambil masalah penuntasan illegal logging. Dalam kunjungannya kali ini, Marissa Haque juga menemui Kapolda Riau, LSM Jikalahari dan Walhi Riau. (Rls)

***

Entri Populer