Bunda Asuhku Marissa Haque Fawzi adalah Seorang Doktor dari PSL-IPB, Bogor.
Total Tayangan Halaman
Riset Pencemaran Lingkungan Hidup di Buyat, Sulawesi Utara
Sabtu, 05 April 2014
Polling PolcoMM Dua Caleg PAN Prov Bengkulu Masuk 5 Besar: Bunda Marissa Haque Fawzi ke 3 & Tante Dewi Coryati ke 5
Alhamdulillah... hasil polling Lembaga Survey PolcoMM 5 April 2014, dua Caleg PAN Prov Bengkulu masuk 5 besar: Marissa Haque Fawzi ke 3 dan Dewi Coryati ke 5.
Allahu Akbar! Terimakasih Ya Allah.... terimakasih PAN... terimakasih Bang Hatta Rajasa.. Ayah Ikang Fawzi...luv u full cakeeeep... Saling mendoakan yaaaa...
"Polling PolcoMM Dua Caleg PAN Prov Bengkulu Masuk 5 Besar: Marissa Haque Fawzi ke 3, Dewi Coryati ke 5"
Jumat, 21 Februari 2014
Kabar dari Dapil Bengkulu untuk PAN 8 No. 2: Bunda Marissa Haque Ikang Fawzi
Sebuah Quotation:
"Kematian itu sangat dekat dear Tweeps, jgn pernah bosan berbuat baik. Allahu Akbar: Marissa Haque Ikang Fawzi pic.twitter.com/3poJrV9Dvw"
Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2014/02/09/33/938255/kena-tifus-di-bengkulu-marissa-haque-kini-dirawat-di-rumah
JAKARTA - Artis sekaligus politikus Marissa Haque atau akrab disapa Icha (51) mengunjungi masyarakat yang berada di Kabupaten Kaur dan Kabupaten Mukomuko yang berada di Provinsi Bengkulu beberapa hari lalu.
Icha selama 12 hari berkeliling menemui masyarakat sekaligus konstituennya. Namun, sayangnya istri dari Ikang Fawzi ini tak bisa mengunjungi titik-titik yang sudah jadi agenda pertemuan dengan masyarakat. Ia tiba-tiba terserang sakit tipus.
“Kemarin pulang, di sana lagu endemik sakit tifus dan malaria. Aku gak pernah makan pakai tangan, pasti pakai sinduk dan garpu, tapi karena tertular dari udara,” cerita Icha yang juga mengungkapkan sedang berbaring istirahat di tempat tidur, dia dirawat oleh kedua putrinya, Kiki dan Bella.
“Aku dibuatin bubur sama Kiki dan Bella, juga dibikinin chicken hainan (ayam direbus dengan bawah putih),” Icha menambahkan.
Istri dari Ikang Fawzi ini juga mengenang kembali di saat-saat terkena tifus dan demam tinggi hingga 39 deracat celcius, namun harus tetap melayani para penggemarnya di Bengkulu yang ingin foto bareng.
“Untung aku punya hb (hemoglobin) bagus jadi gak pingsan, di sana orang tak peduli foto aku lagi menggigil, dokternya juga malah ikutan foto. Ya, resiko artis harus tetap tampil cantik dan tersenyum saat difoto, hahaha,” ujarnya.
Icha memilih pulang ke Jakarta dibandingkan dirawat di rumah sakit di Bengkulu, karena khawatir tak bisa istirahat.
“Gimana dirawat di Bengkulu, tiba-tiba orang-orang ingin foto bareng, hahaha,” lanjutnya.
Walau begitu, Icha bersyukur masyarakat Bengkulu penuh perhatian kepada dirinya. Namun, yang disayangkan di daerah yang subur namun masih memprihatinkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.
“Di sana tingkat melek aksara rendah, tingkat kematian ibu melahirkan tinggi, gizi buruk tinggi,” sesalnya.
(tre)
"Kematian itu sangat dekat dear Tweeps, jgn pernah bosan berbuat baik. Allahu Akbar: Marissa Haque Ikang Fawzi pic.twitter.com/3poJrV9Dvw"
Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2014/02/09/33/938255/kena-tifus-di-bengkulu-marissa-haque-kini-dirawat-di-rumah
JAKARTA - Artis sekaligus politikus Marissa Haque atau akrab disapa Icha (51) mengunjungi masyarakat yang berada di Kabupaten Kaur dan Kabupaten Mukomuko yang berada di Provinsi Bengkulu beberapa hari lalu.
Icha selama 12 hari berkeliling menemui masyarakat sekaligus konstituennya. Namun, sayangnya istri dari Ikang Fawzi ini tak bisa mengunjungi titik-titik yang sudah jadi agenda pertemuan dengan masyarakat. Ia tiba-tiba terserang sakit tipus.
“Kemarin pulang, di sana lagu endemik sakit tifus dan malaria. Aku gak pernah makan pakai tangan, pasti pakai sinduk dan garpu, tapi karena tertular dari udara,” cerita Icha yang juga mengungkapkan sedang berbaring istirahat di tempat tidur, dia dirawat oleh kedua putrinya, Kiki dan Bella.
“Aku dibuatin bubur sama Kiki dan Bella, juga dibikinin chicken hainan (ayam direbus dengan bawah putih),” Icha menambahkan.
Istri dari Ikang Fawzi ini juga mengenang kembali di saat-saat terkena tifus dan demam tinggi hingga 39 deracat celcius, namun harus tetap melayani para penggemarnya di Bengkulu yang ingin foto bareng.
“Untung aku punya hb (hemoglobin) bagus jadi gak pingsan, di sana orang tak peduli foto aku lagi menggigil, dokternya juga malah ikutan foto. Ya, resiko artis harus tetap tampil cantik dan tersenyum saat difoto, hahaha,” ujarnya.
Icha memilih pulang ke Jakarta dibandingkan dirawat di rumah sakit di Bengkulu, karena khawatir tak bisa istirahat.
“Gimana dirawat di Bengkulu, tiba-tiba orang-orang ingin foto bareng, hahaha,” lanjutnya.
Walau begitu, Icha bersyukur masyarakat Bengkulu penuh perhatian kepada dirinya. Namun, yang disayangkan di daerah yang subur namun masih memprihatinkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.
“Di sana tingkat melek aksara rendah, tingkat kematian ibu melahirkan tinggi, gizi buruk tinggi,” sesalnya.
(tre)
"Kabar dari Dapil Bengkulu untuk PAN 8 No. 2: Marissa Haque Ikang Fawzi"
Rabu, 19 Juni 2013
Alhamdulillah Terimakasih KPK Tercinta: Ruzli Zainal Pelaku Intelektual Illegal Logging Provinisi Riau
SUJUD SYUKURKU
Alhamdulillah penelitianku tidak sia-saia Ya Allah...
Pencopotan Gubernur Ruzli Zainal Tinggal Tunggu Registrasi - Tribunnews.com http://www.tribunnews.com/2013/06/20/pencopotan-gubernur-ruzli-zainal-tinggal-tunggu-registrasi via @tribunnews
Tribunnews.com, Jakarta — Tersangka kasus dugaan korupsi PON Riau, Rusli Zainal, akan segera dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur Riau pekan depan. Pencopotan Rusli saat ini masih menunggu surat registrasi yang mencantumkan status Rusli sudah menjadi terdakwa.
"Kalau sudah berhalangan permanen maka akan kita nonaktifkan. Mudah-mudahan seminggu lagi sudah keluar nomor registrasinya," ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kompleks Parlemen, Rabu (19/6/2013).
Saat ini, Rusli masih menjabat sebagai Gubernur Riau. Dia juga adalah Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif. Rusli ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa selama enam jam lebih pada Jumat (14/6/2013). Selama ditahan oleh KPK, tugas pemerintahan yang diemban Rusli dilakukan oleh wakilnya.
"Sudah ada aturan kalau gubernur berhalangan, maka wakil melakukan tugas. Ini kan dianggap halangan sementara, maka dijalankan oleh wakilnya," kata Gamawan.
Adapun Rusli ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan kayu-hutan tanaman industri tahun 2001-2006 di Kabupaten Siak dan Pelalawan, Riau. Selain tersangka dalam kasus izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan kayu-hutan tanaman industri (IUPHHTI) itu, Rusli juga ditetapkan sebagai tersangka penerima dan pemberi suap terkait pembangunan arena PON Riau.
Dalam kasus dugaan korupsi pemberian IUPHHTI di Siak dan Pelalawan ini, KPK menyangka Rusli melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Pasal yang disangkakan ini merupakan pasal penyalahgunaan wewenang selaku penyelenggara negara.
Alhamdulillah Terimakasih KPK Tercinta: Ruzli Zainal Pelaku Intelektual Illegal Logging Provinisi Riau
Minggu, 31 Maret 2013
Kue Bolu Koja Khas Bengkulu Lemak Nian: Marissa Haque Ikang Fawzi
Welcome Cake di Rumah Walikota, Kue Bolu Koja Khas Bengkulu (dlm Marissa Haque & Ustdz. Nurul Fadilah), 29-3-2013
Kue Bolu Koja Khas Bengkulu Lemak Nian: Marissa Haque Ikang Fawzi
Senin, 25 Maret 2013
Rabu, 20 Maret 2013
Terimakasih Tribunnews.com yang Baik: Ayah Ikang Fawzi & Bunda Marissa Haque
Tribunnews.com - Kamis, 14 Maret 2013 11:41 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Makin banyak pasangan selebriti memutuskan berpisah setelah sekian lama berumahtangga tanpa gosip aneh-aneh.
Sebut saja contohnya Venna Melinda dan Ivan Fadilla, Wanda Hamidah dan Cyril Raoul Hakim dan Ira Wibowo dan Katon Bagaskara. Perpisahan pasangan-pasangan ini mengagetkan publik karena sebelumnya tak pernah terdengar kabar orang ketiga atau friksi rumah tangga lain.
Bagaimana dengan Marissa Haque dan Ikang Fawzi yang juga selama ini rumahtangganya juga cenderung steril dari gosip aneh-aneh? Ah, semoga mereka tetap langgeng dan tak mengikuti jejak mereka yang berpisah, seperti kekompakan mereka dalam berbagai acara publik.
Ahmad Zulfikar Fawzi populer dengan nama Ikang Fawzi, lahir di Jakarta, 23 Oktober 1959) menikah dengan Marissa Haque 12 April 1987 silam. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi.
Seperti Tribunnews.com lansir dari Wikipedia, Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, 15 Oktober 1962.
Karirnya lintas bidang, mulai dari model, aktris, sutradara dan produser film dan televisi, konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas negeri dan swasta, dan seorang politikus di Indonesia.
Marissa memulai debutnya di dunia hiburan film lewat Kembang Semusim (1981), kemudian ia membintangi banyak judul film di era 80-an. Lewat film Tinggal Landas buat Kekasih, ia meraih penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 1985 di Bandung. Marissa juga mendapatkan Aktris Terbaik atau Best Actress di Festival Film Asia Pasific ke 62 tahun 1987 di Taipei, Taiwan.
Karier politiknya langsung melesat ketika bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004. Sebagai pendatang baru dikancah perpolitikan Indonesia, Marissa Haque yang saat itu masih bersekolah di Ohio, Amerika Serikat, Marissa berhasil muncul kepermukaan jagad politik Indonesia.
Keberhasilan mendulang suara Marissa diwilayah Jabar 2 sangat signifikan. Sebagai kader baru partai banteng bermoncong putih tersebut, Marissa berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan Jabar 2 (Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil diperoleh Taufik Kiemas suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri.
Dalam pilkada Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk dicalonkan sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi Zulkiflimansyah sebagai kandidat wakil gubernur Provinsi Banten.
Duta Badak
Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon, Pandeglang, Provinsi Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi pelestarian badak cula satu ini bersama lembaga dunia WWF.
Dari kegiatan penyelamatan badak itu, Marissa kemudian serius mempelajari seluk-beluk Llmu Hukum dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup di Program Doktor Pusat Studi Lingkungan atau PSL-IPB, Bogor.
Doktor Ilmu Sistem Lingkungan ini bersama alumni IPB lainnya dan beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan Yayasan Daun yang bergerak di dalam hal menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian hidup dalam konsep sustainable development atau pembangunan berkelanjutan.
Marissa bersama Ikang Fawzi suaminya adalah sama sama alumni dari Program Magister Bisnis Administrasi ( MBA ) dari Pasca Sarjana FEB ( Fakultas Ekonomi Bisnis ) Universitas Gajah Mada, Yogjakarta pada bidang yang sama yaitu Strategic Management dengan fokus kepada Strategi Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah Non Bank atau BMT ( Baitut Maal wa Tamwil). Sementara Ikang Fawzi berfokus kepada Strategi Pemasaran Properti-tainment.
Marissa telah diwisuda pada bulan October 2011 sebagai Magister Bisnis Administrasi (MBA) Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) - UGM (universitas Gajah Mada), Jakarta-Yogyakarta.[1] Bersama Ikang Fawzi suaminya yang mengambil bidang berbeda Strategic Management, Marissa mengambil jurusan Human Resource and Organizations. Lebih jauh, Marissa adalah alumni Fakultas Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.
Ia adalah seorang speech therapist (ahli kewicaraan) dengan kekhususan anak-anak tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta mengajaknya membimbing para tunarungu dengan metode the American Sign Language. Dan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta dengan jurusan Perdata.
Sangat Serius Bidang Akademik
Serius dalam bidang akademik membuat Marissa kini tertarik menjadi seorang dosen. Beberapa universitas swasta yang menawarkan untuk menjadi home base tempatnya membagi ilmu baik bidang Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis. Diantaranya (1). Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis dan Ilmu Ekonomi Islam (2) Universitas Sahid Jakarta untuk Ilmu Hukum Bisnis; (3) STAIT ( Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Terpadu ) Modern Sahid di Bogor untuk Ilmu Ekonomi Islam. Dan sekarang Marissa menjalani profesi baru sebagai dosen di IEF Usakti ( Islamic Economic and Finance Universitas Trisakti ) di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Beberapa jaringan radio di Jakarta dan Kota bandung juga telah meminta Marissa untuk memiliki program siaran. Bila benar terjadi, maka Marissa akan menjadi orang kedua yang bergerak di ruang siaran radio setelah adik bungsunya Shahnaz Haque yang alumni Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, UI (Universitas Indonesia) berhasil terlebih dahulu terkenal di Radio Delta dalam program Indonesia Siesta berpusat di Jakarta dengan luas jaringan seluruh Indonesia.
Sumber:
http://www.tribunnews.com/2013/03/14/fot…
Terimakasih Tribunnews.com yang Baik: Ikang Fawzi & Marissa Haque
Rabu, 20 Februari 2013
Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar bersama Chikita Fawzi: dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi
Kelas Inspirasi
Di Tambora, Dela Tetapkan Mimpi Jadi Animator
Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Rabu, 20 Februari 2013 | 10:37 WIB
VITALIS YOGI TRISNA
Chikita Fawzi, animator dari serial Upin Ipin memberikan kelas
inspirasi kepada siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah
Sereal 03 Pagi, Jakarta Barat, Rabu (20/2/2013). Kelas inspirasi
merupakan inisiatif dari gerakan Indonesia Mengajar, sebanyak 596
pengajar yang terdiri dari pekerja profesional diterjunkan ke 58 SD
negeri di Jakarta. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
TERKAIT:
"Aku emang suka menggambar dari dulu. Biasanya gambar orang, gunung, atau bunga," kata Dela sambil menggoreskan pensilnya di atas kertas.
Berbekal pensil dan kertas berwarna hijau, Dela menggambar seorang anak perempuan dengan menggunakan bandana. Saat ditanya apa cita-citanya ketika sudah dewasa, Dela ingin menjadi animator yang pintar menggambar.
Dela ingin tekun belajar menggambar meski di luar jam sekolah, Dela lebih banyak menghabiskan waktu dengan membantu berjualan ayahnya di pasar. Biasanya barang yang dijual berupa pakaian yang bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti baju berbahan kaos.
Nama animator diketahuinya dari Kelas Inspirasi yang digelar oleh Indonesia Mengajar, hari ini. Dela diajarkan menggambar oleh salah satu animator film anak "Ipin Upin", Chikita Fawzi.
Di depan anak-anak SD itu pula, Chiki juga memperlihatkan berbagai macam hasil karyanya yang sudah berbentuk animasi.
"Menurutku siapapun orang bisa menjadi animator, asal mereka punya kemauan, mereka pasti bisa," kata putri dari artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque itu.
Saat mengajar, Chiki juga memberikan motivasi kepada siswa kelas 5 yang menjadi anak didiknya. Dengan menggunakan sebuah gitar kecil, Chiki bernyanyi sambil bertanya mengenai cita-cita siswa jika sudah besar nanti.
Menanggapi nyanyian dan pertanyaan Chiki, banyak siswa yang menyebutkan berbagai macam cita-citanya jika sudah dewasa. Ada yang ingin menjadi guru, dokter, wartawan, insinyur mesin, dan lain-lain. Dalam kelas tersebut terlihat suasana keakraban dan semangat yang terpancar antara murid dan guru yang membagikan inspirasi kepada siswa.
Tertolong
Yuniarti, Kepala Sekolah SDN 03 Tanah Sereal juga menyambut baik program Kelas Inspirasi ini. Menurutnya, dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak lebih tertolong untuk lebih mengetahui berbagai macam profesi yang bisa digeluti.
"Sebelumnya kan mereka tahu profesi atau cita-cita hanya dari buku. Dengan kegiatan ini anak-anak bisa lebih mengenal berprofesi yang mereka inginkan," kata Yuniarti.
Ia melanjutkan, anak juga mendapatkan informasi untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dipersiapkan jika ingin menekuni suatu profesi. Dengan menghadirkan inspirator yang terjun langsung dengan profesinya, hal tersebut bisa memacu keinginan anak menjadi profesi-profesi tertentu yang sesuai minat dan bakatnya.
Berita terkait, baca : Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar
Tak mau ketinggalan informasi seputar pendidikan dan beasiswa? Yuk follow Twitter @KompasEdu
Editor :
Caroline Damanik
Caroline Damanik
Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar bersama Chikita Fawzi:
dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Senin, 02 Januari 2012 Video Kenangan Marissa Haque Fawzi saat Lulus Ujian Doktor IPB http://youtu.be/_NHmY9QdGeI http://youtu.be/nGwiM9A...
-
Dari Blog Ikang Fawzi di: http://ikangfawzi.blogdetik.com/ Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan...
-
CABUT SP3 Mafia Hutan October 31, 2011 by madealimenulis Sumber: http://apjcclima...
-
Just do the Best and Allah will do the Rest Ketika kita di dzolimi oleh orang yang tidak dikenal, dan kita merasa fitnah yang dilonta...
-
If you ever heard about Indonesian students in Malaysia trying to make a peace using online media (twitter, facebook – you name it) duri...
-
BOS on Marissa Haque: Indonesian Agriculture minister is going to London to meet NGOs over oil palm plantations. Jakarta (ANTARA News) - Ag...
-
Ketika IPB kupilih menjadi wadah mengasah kognisi-afeksi-psikomotorik beberapa tahun silam, banyak yang tersenyum sinis padaku. Dan bahk...
-
Humas-SE IPB Susun Grand Design Tata Kelola Informasi dan Kehumasan : Menjawab Tantangan Pelayanan Publik Kamis, 17 September 2009 Organis...
-
Massmedia Visit to Bukit Duabelas National Park o broaden news reporters’ perspective about the issue of illegal logging, EC FLEGT Suppor...
-
Dakwah Nyata Marissa Haque (Siapakah yang Usil, Ngurusin Payudara Orang atau yang Ngurusin Orang Berdakwah?) Catatan: Kecuali memang dipa...








