Kue Bolu Koja Khas Bengkulu Lemak Nian: Marissa Haque Ikang Fawzi
Bunda Asuhku Marissa Haque Fawzi adalah Seorang Doktor dari PSL-IPB, Bogor.
Total Tayangan Halaman
Riset Pencemaran Lingkungan Hidup di Buyat, Sulawesi Utara
Minggu, 31 Maret 2013
Kue Bolu Koja Khas Bengkulu Lemak Nian: Marissa Haque Ikang Fawzi
Welcome Cake di Rumah Walikota, Kue Bolu Koja Khas Bengkulu (dlm Marissa Haque & Ustdz. Nurul Fadilah), 29-3-2013
Senin, 25 Maret 2013
Rabu, 20 Maret 2013
Terimakasih Tribunnews.com yang Baik: Ayah Ikang Fawzi & Bunda Marissa Haque
Tribunnews.com - Kamis, 14 Maret 2013 11:41 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Makin banyak pasangan selebriti memutuskan berpisah setelah sekian lama berumahtangga tanpa gosip aneh-aneh.
Sebut saja contohnya Venna Melinda dan Ivan Fadilla, Wanda Hamidah dan Cyril Raoul Hakim dan Ira Wibowo dan Katon Bagaskara. Perpisahan pasangan-pasangan ini mengagetkan publik karena sebelumnya tak pernah terdengar kabar orang ketiga atau friksi rumah tangga lain.
Bagaimana dengan Marissa Haque dan Ikang Fawzi yang juga selama ini rumahtangganya juga cenderung steril dari gosip aneh-aneh? Ah, semoga mereka tetap langgeng dan tak mengikuti jejak mereka yang berpisah, seperti kekompakan mereka dalam berbagai acara publik.
Ahmad Zulfikar Fawzi populer dengan nama Ikang Fawzi, lahir di Jakarta, 23 Oktober 1959) menikah dengan Marissa Haque 12 April 1987 silam. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi.
Seperti Tribunnews.com lansir dari Wikipedia, Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, 15 Oktober 1962.
Karirnya lintas bidang, mulai dari model, aktris, sutradara dan produser film dan televisi, konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas negeri dan swasta, dan seorang politikus di Indonesia.
Marissa memulai debutnya di dunia hiburan film lewat Kembang Semusim (1981), kemudian ia membintangi banyak judul film di era 80-an. Lewat film Tinggal Landas buat Kekasih, ia meraih penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 1985 di Bandung. Marissa juga mendapatkan Aktris Terbaik atau Best Actress di Festival Film Asia Pasific ke 62 tahun 1987 di Taipei, Taiwan.
Karier politiknya langsung melesat ketika bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004. Sebagai pendatang baru dikancah perpolitikan Indonesia, Marissa Haque yang saat itu masih bersekolah di Ohio, Amerika Serikat, Marissa berhasil muncul kepermukaan jagad politik Indonesia.
Keberhasilan mendulang suara Marissa diwilayah Jabar 2 sangat signifikan. Sebagai kader baru partai banteng bermoncong putih tersebut, Marissa berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan Jabar 2 (Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil diperoleh Taufik Kiemas suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri.
Dalam pilkada Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk dicalonkan sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi Zulkiflimansyah sebagai kandidat wakil gubernur Provinsi Banten.
Duta Badak
Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon, Pandeglang, Provinsi Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi pelestarian badak cula satu ini bersama lembaga dunia WWF.
Dari kegiatan penyelamatan badak itu, Marissa kemudian serius mempelajari seluk-beluk Llmu Hukum dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup di Program Doktor Pusat Studi Lingkungan atau PSL-IPB, Bogor.
Doktor Ilmu Sistem Lingkungan ini bersama alumni IPB lainnya dan beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan Yayasan Daun yang bergerak di dalam hal menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian hidup dalam konsep sustainable development atau pembangunan berkelanjutan.
Marissa bersama Ikang Fawzi suaminya adalah sama sama alumni dari Program Magister Bisnis Administrasi ( MBA ) dari Pasca Sarjana FEB ( Fakultas Ekonomi Bisnis ) Universitas Gajah Mada, Yogjakarta pada bidang yang sama yaitu Strategic Management dengan fokus kepada Strategi Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah Non Bank atau BMT ( Baitut Maal wa Tamwil). Sementara Ikang Fawzi berfokus kepada Strategi Pemasaran Properti-tainment.
Marissa telah diwisuda pada bulan October 2011 sebagai Magister Bisnis Administrasi (MBA) Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) - UGM (universitas Gajah Mada), Jakarta-Yogyakarta.[1] Bersama Ikang Fawzi suaminya yang mengambil bidang berbeda Strategic Management, Marissa mengambil jurusan Human Resource and Organizations. Lebih jauh, Marissa adalah alumni Fakultas Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.
Ia adalah seorang speech therapist (ahli kewicaraan) dengan kekhususan anak-anak tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta mengajaknya membimbing para tunarungu dengan metode the American Sign Language. Dan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta dengan jurusan Perdata.
Sangat Serius Bidang Akademik
Serius dalam bidang akademik membuat Marissa kini tertarik menjadi seorang dosen. Beberapa universitas swasta yang menawarkan untuk menjadi home base tempatnya membagi ilmu baik bidang Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis. Diantaranya (1). Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis dan Ilmu Ekonomi Islam (2) Universitas Sahid Jakarta untuk Ilmu Hukum Bisnis; (3) STAIT ( Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Terpadu ) Modern Sahid di Bogor untuk Ilmu Ekonomi Islam. Dan sekarang Marissa menjalani profesi baru sebagai dosen di IEF Usakti ( Islamic Economic and Finance Universitas Trisakti ) di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Beberapa jaringan radio di Jakarta dan Kota bandung juga telah meminta Marissa untuk memiliki program siaran. Bila benar terjadi, maka Marissa akan menjadi orang kedua yang bergerak di ruang siaran radio setelah adik bungsunya Shahnaz Haque yang alumni Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, UI (Universitas Indonesia) berhasil terlebih dahulu terkenal di Radio Delta dalam program Indonesia Siesta berpusat di Jakarta dengan luas jaringan seluruh Indonesia.
Sumber:
http://www.tribunnews.com/2013/03/14/fot…
Terimakasih Tribunnews.com yang Baik: Ikang Fawzi & Marissa Haque
Rabu, 20 Februari 2013
Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar bersama Chikita Fawzi: dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi
Kelas Inspirasi
Di Tambora, Dela Tetapkan Mimpi Jadi Animator
Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Rabu, 20 Februari 2013 | 10:37 WIB
TERKAIT:
"Aku emang suka menggambar dari dulu. Biasanya gambar orang, gunung, atau bunga," kata Dela sambil menggoreskan pensilnya di atas kertas.
Berbekal pensil dan kertas berwarna hijau, Dela menggambar seorang anak perempuan dengan menggunakan bandana. Saat ditanya apa cita-citanya ketika sudah dewasa, Dela ingin menjadi animator yang pintar menggambar.
Dela ingin tekun belajar menggambar meski di luar jam sekolah, Dela lebih banyak menghabiskan waktu dengan membantu berjualan ayahnya di pasar. Biasanya barang yang dijual berupa pakaian yang bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti baju berbahan kaos.
Nama animator diketahuinya dari Kelas Inspirasi yang digelar oleh Indonesia Mengajar, hari ini. Dela diajarkan menggambar oleh salah satu animator film anak "Ipin Upin", Chikita Fawzi.
Di depan anak-anak SD itu pula, Chiki juga memperlihatkan berbagai macam hasil karyanya yang sudah berbentuk animasi.
"Menurutku siapapun orang bisa menjadi animator, asal mereka punya kemauan, mereka pasti bisa," kata putri dari artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque itu.
Saat mengajar, Chiki juga memberikan motivasi kepada siswa kelas 5 yang menjadi anak didiknya. Dengan menggunakan sebuah gitar kecil, Chiki bernyanyi sambil bertanya mengenai cita-cita siswa jika sudah besar nanti.
Menanggapi nyanyian dan pertanyaan Chiki, banyak siswa yang menyebutkan berbagai macam cita-citanya jika sudah dewasa. Ada yang ingin menjadi guru, dokter, wartawan, insinyur mesin, dan lain-lain. Dalam kelas tersebut terlihat suasana keakraban dan semangat yang terpancar antara murid dan guru yang membagikan inspirasi kepada siswa.
Tertolong
Yuniarti, Kepala Sekolah SDN 03 Tanah Sereal juga menyambut baik program Kelas Inspirasi ini. Menurutnya, dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak lebih tertolong untuk lebih mengetahui berbagai macam profesi yang bisa digeluti.
"Sebelumnya kan mereka tahu profesi atau cita-cita hanya dari buku. Dengan kegiatan ini anak-anak bisa lebih mengenal berprofesi yang mereka inginkan," kata Yuniarti.
Ia melanjutkan, anak juga mendapatkan informasi untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dipersiapkan jika ingin menekuni suatu profesi. Dengan menghadirkan inspirator yang terjun langsung dengan profesinya, hal tersebut bisa memacu keinginan anak menjadi profesi-profesi tertentu yang sesuai minat dan bakatnya.
Berita terkait, baca : Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar
Tak mau ketinggalan informasi seputar pendidikan dan beasiswa? Yuk follow Twitter @KompasEdu
Editor :
Caroline Damanik
Caroline Damanik
Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar bersama Chikita Fawzi:
dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi
Minggu, 20 Januari 2013
Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Sekarang Bersama PAN
Selasa, 15/01/2013 11:31 WIB
Ahmad Toriq - detikNews
"Ada Ikang Fawzi, Doktor Marissa Haque dan Mbak Desy Ratnasari, dia hampir doktor juga lho," kata Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2013).
Tjatur mengatakan pertimbangan utama memilih para artis tidak hanya dari sisi popularitas, tapi juga dari kapabilitas mereka sebagai anggota DPR nantinya. PAN sangat selektif dengan pemilihan calegnya.
"Caleg PAN harus mempunyai kapasitas, kredibilitas dan harus punya track record yang baik. Dia juga harus bisa menggaet massa," ujar Tjatur.
Ketua Fraksi PAN itu mengatakan persiapan pencalegan akan selesai April 2013 mendatang. Dia menjamin kualitas caleg PAN tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.
"Caleg PAN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," pungkasnya.
(trq/van)
Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Sekarang Bersama PAN
Senin, 14 Januari 2013
"Marissa Haque Ikang Fawzi: Wikipedia.com yang Ngawur & Seenaknya, Adakah Teman Dapat Membantu?"
Tulisan di bawah adalah yang sedang saya mintakan pertolongan seorang teman aktivis PKS Tangerang Selatan untuk bantu mengeditnya. Mas Holiq adalah malaikat cyber-ku
terkait dengan menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan
hukum. Membuat keseimbangan atas informasi yang sesungguhnya. Demikian
adanya, semoga melalui blogdetik ini informasi awal atas kebenaran yang
sesungguhnya dapat didiseminasikan adanya.
Salam kasih, Marissa
"Marissa Haque Ikang Fawzi: Wikipedia.com yang Ngawur & Seenaknya, Adakah Teman Dapat Membantu?"
Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan,
Kalimantan
Timur, Indonesia,
15 Oktober
1962; umur 50 tahun)
adalah seorang photo model aktris,, sutradara,
penulis, dan produser
film dan televisi,
konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas
negeri dan swasta, dan seorang politisi Indonesia. Ia menikah dengan penyanyi
rock Indonesia, pencipta lagu, pengembang perumahan, dan politikus dari PAN
(Partai Amanat Nasional) Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi), dan dikaruniai dua
orang anak perempuan. Ia adalah kakak kandung dari Soraya
Haque dan Shahnaz Haque. Bersama dengan suaminya sekarang Marissa
aktif di PAN (Partai Amanat Nasional).
Marissa memulai debutnya di dunia film lewat Kembang
Semusim (1981), kemudian ia membintangi banyak judul film di era 80-an.
Lewat film Tinggal Landas buat Kekasih, ia meraih
penghargaan Pemeran
Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia tahun 1985 di
Bandung. Marissa juga mendapatkan Aktris Terbaik atau Best Actress di Festival
Film Asia Pacific ke 62 tahun 1987 di Taipei, Taiwan.
Karier politiknya langsung melesat ketika
bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004. Sebagai pendatang
baru dikancah perpolitikan Indonesia, Marissa Haque yang saat itu masih
bersekolah di Ohio University, Athens, Amerika Serikat. Marissa berhasil muncul
kepermukaan jagad politik Indonesia. Keberhasilan mendulang suara Marissa
diwilayah Jabar 2 sangat signifikan. Sebagai kader baru di PDIP Marissa
berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan Jabar 2
(Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil diperoleh Taufik Kiemas
suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri. Dalam pilkada
Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk
dicalonkan sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi Zulkiflimansyah sebagai
kandidat wakil gubernur.
Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak
Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang
populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon, Pandeglang, Provinsi
Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi pelestarian badak cula satu
ini bersama lembaga dunia WWF. Dari kegiatan penyelamatan badak itu, Marissa
kemudian serius mempelajari seluk-beluk ilmu hukum dan pengelolaan sumberdaya
alam dan lingkungan hidup di Program Doktor Pusat Studi Lingkungan atau
PSL-IPB, Bogor. Doktor Ilmu Sitem Lingkungan ini bersama alumni IPB lainnya dan
beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan Yayasan
Daun yang bergerak di dalam hal menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dan
kelestarian hidup dalam konsep sustainable
development atau pembangunan
berkelanjutan.
Marissa bersama Ikang Fawzi
suaminya adalah sama-sama alumni dari Program Magister Bisnis Administrasi
(MBA) dari Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) – UGM (universitas Gajah Mada), Jakarta-Yogyakarta
pada bidang yang sama yaitu Strategic
Management. dengan fokus kepada Straetgi Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah
Non-bank atau BMT (Baitul Maal wa Tamwil).
Sementara Ikang berfokus kepada Strategi Pemasaran Properti-tainment. Marissa juga adalah alumni Pasca Sarjana Fakultas
Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Ia
adalah seorang speech therapist (ahli
kewicaraan) dengan kekhususan pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak
tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta sempat mengajaknya membimbing para
tunarungu dengan metode the American Sign
Language. Lebih jauh, Marissa juga menjelang alumni dari Program Magister
Hukum Bisnis dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) dengan
spesialisasi Hak Cipta atas HKI di Bidang Musik dan Lagu. Termasuk juga
menjelang alumni dari Pasca Sarjana kajian Timur Tengah dan Islam dengan
spesialisasi Keuangan Islam (PS KTTI) UI (Universitas Indonesia). Sebelumnya
Marissa adalah alumni dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta dengan
jurusan Perdata.
Serius dalam bidang akademik membuat Marissa kini
tertarik menjadi seorang dosen. Beberapa universitas swasta menawarkan untuk
menjadi home-base tempatnya membagi ilmu baik di bidang Ekonomi Islam maupun
Hukum Bisnis. Diantaranya adalah: (1) Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk
Ilmu Ekonomi Islam; (2) Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Hukum
Bisnis; (3) Universitas Sahid Jakarta untuk Ilmu Hukum Bisnis; (4) STAIT
(Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Terpadu) Modern Sahid, Bogor untuk Ilmu
Ekonomi Islam. Dan sekarang Marissa telah mulai menjalani profesi baru sebagai
dosen di IEF Usakti (Islamic Economy and
Finance Universitas Trisakti) Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Dan berharap
pada suatu saat kelak menjadi seorang Profesor dalam bidang yang menjadi
kompetensinya.
Kamis, 10 Januari 2013
Can Law Safe the Forest (S.R Hirakuri): dalam Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi
Ditengah badai mengamuk tadi tiba-tiba buku Sofia Hirakuri jatuh dari rak bukuku. Rupanya' alam' sdg menyampaikan pesannya... Subhanallah...
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Senin, 02 Januari 2012 Video Kenangan Marissa Haque Fawzi saat Lulus Ujian Doktor IPB http://youtu.be/_NHmY9QdGeI http://youtu.be/nGwiM9A...
-
Dari Blog Ikang Fawzi di: http://ikangfawzi.blogdetik.com/ Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan...
-
CABUT SP3 Mafia Hutan October 31, 2011 by madealimenulis Sumber: http://apjcclima...
-
Just do the Best and Allah will do the Rest Ketika kita di dzolimi oleh orang yang tidak dikenal, dan kita merasa fitnah yang dilonta...
-
If you ever heard about Indonesian students in Malaysia trying to make a peace using online media (twitter, facebook – you name it) duri...
-
BOS on Marissa Haque: Indonesian Agriculture minister is going to London to meet NGOs over oil palm plantations. Jakarta (ANTARA News) - Ag...
-
Ketika IPB kupilih menjadi wadah mengasah kognisi-afeksi-psikomotorik beberapa tahun silam, banyak yang tersenyum sinis padaku. Dan bahk...
-
Humas-SE IPB Susun Grand Design Tata Kelola Informasi dan Kehumasan : Menjawab Tantangan Pelayanan Publik Kamis, 17 September 2009 Organis...
-
Massmedia Visit to Bukit Duabelas National Park o broaden news reporters’ perspective about the issue of illegal logging, EC FLEGT Suppor...
-
Dakwah Nyata Marissa Haque (Siapakah yang Usil, Ngurusin Payudara Orang atau yang Ngurusin Orang Berdakwah?) Catatan: Kecuali memang dipa...




