Kemarin malam saat Ibu Menik mampir ke rumah saya mengantarkan jahitan baju batik untuk Bunda Marissa Haque ibu asuhku yang cantik dan cerdas itu, di ceritakan kalau baju batik yang akan dijahit adalah untuk wawancara eksklusif Bunda Icha oleh TV asing dari Australia bernama ABC. Kata Ibu Menik lagi bahwa thema yang akan diangkat adalah terkait kasus pidana illegal logging di Indonesia dan demokrasi semu pemerintahan daerah.
Wuuuuuiiih...berat berat amat ya? semoga bagus deh acaranya Bun!
Sumber: http://anak-anakbundamarissa.blogspot.com
"Televisis ABC dari Australia Mewawancara Bunda Marissa Haque"
Bunda Asuhku Marissa Haque Fawzi adalah Seorang Doktor dari PSL-IPB, Bogor.
Total Tayangan Halaman
Riset Pencemaran Lingkungan Hidup di Buyat, Sulawesi Utara
Jumat, 15 Juli 2011
Jumat, 08 Juli 2011
Semoga Pak Menhut Lulus dalam Membantu Pak SBY terkait Illegal Logging: Marissa Haque Fawzi
Jumat, 24 Juni 2011
Organisasi PBB bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) Rabu lalu telah memasukkan hutan tropis Sumatera dalam daftar “situs yang terancam” akibat perambahan di bidang pertanian, pembangunan jalan, serta perburuan dan pembalakan liar. Padahal, hutan tropis Sumatera seluas 2,5 juta hektar tersebut telah masuk dalam “Daftar Warisan Dunia” UNESCO pada tahun 2004, karena keanekaragaman hayatinya.
Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, mengakui pemerintah kewalahan mengatasi perambahan hutan ilegal, yang menyebabkan rusaknya kawasan hutan Indonesia, meskipun Inpres Moratorium hutan telah dikeluarkan. Menurutnya, perambahan hutan semakin marak akibat kenaikan harga pangan dunia dan pemekaran wilayah.
Zulkifli Hasan menyampaikan hal ini kepada pers sesaat sebelum sidang kabinet di Kantor Presiden, hari Jumat.
“Problem kita itu ‘kan kita sudah tidak memberikan konsesi baru di hutan alam primer sejak 2 tahun, (tidak mengizinkan) perluasan HPH dan lahan gambut. Tapi saya akui pertambahan penduduk, pemekaran wilayah juga akibat kenaikan harga-harga komoditi seperti kopi, karet, sawit, cokelat, ini semua komoditi yang merangsang penduduk merambah lahan menjadi perkebunan. Ini terjadi di Merangin, Riau, dan Kalimantan,” papar Hasan.
Mengenai daftar yang dikeluarkan UNESCO, Zulkifli mengatakan sulit mengendalikan kerusakan masif di hutan Sumatera, terutama pembukaan lahan dengan cara dibakar. Ia menjelaskan sudah melakukan sosialisasi kepada Bupati setempat, termasuk penegakan hukum. Tapi, lagi-lagi ia menyebutkan komoditi pangan yang harganya sedang meroket di pasaran dunia, sebagai penyebab perambahan hutan oleh penduduk.
Menurut Hasan, “Kalau UNESCO mengatakan ada kerusakan itu masuk akal. Taman Nasional Kerinci termasuk yang sudah mendapatkan Warisan Dunia. Ada sekitar 15 ribu penduduk di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung, ya memang (mereka) bukan (melakukan) penebangan liar, tapi mereka mengalihfungsi hutan menjadi kebun kopi dan lada. Jadi mungkin karena itu (daftar UNESCO dikeluarkan), Saya sudah kesana, bicara dengan Bupati dan aparat kepolisian. Kita sudah melakukan sosialisasi dan menata sedemikian rupa supaya kerusakan itu tidak berlanjut.”
Dulu Kementerian Kehutanan menyediakan lahan pengusahaan (konversi) hutan hanya untuk pengusaha, sehingga masyarakat tidak kebagian.
“Kami sedang kembangkan hutan tanaman rakyat dan hutan desa setahunnya 700 ribu hektar, diberikan kepada setiap Kepala Keluarga untuk dikelola dan menanam tanam-tanaman keras yang bermanfaat. Program ini ada sedikit (dijalankan) di Sumatera tapi sebagian besar di Kalimantan,” ujar Hasan lagi.
Sementara itu, Koordinator Kampanye Hutan TELAPAK, Hapsoro, menilai peringatan UNESCO tidak akan berarti apa-apa tanpa niat pemerintah untuk melakukan perubahan mendasar. Kerusakan hutan di Sumatera kecil kemungkinan untuk bisa dipulihkan.
Hutan alam terluas saat ini yang relatif tidak terjamah berada di Papua, tapi itupun sudah dirusak oleh penebangan legal dan ilegal; juga dikonversi untuk lahan kelapa sawit, kebun Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk bubur kertas (pulp) dan pertambangan. Hal serupa terjadi pula di Kalimantan.
Hapsoro mengatakan, “Selama yang dilakukan pemerintah adalah penyederhanaan aturan-aturan dan tidak diikuti dengan upaya untuk memperbaiki aturan yang sudah ada, dan mengecek apakah aturan itu berjalan dengan baik dan mampu mengatasi korupsi sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan.”
Di samping itu, ungkap Hapsoro, pemerintah juga belum mampu menuntaskan konflik lahan dengan masyarakat adat. Menurutnya, celah ini kerap dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mengambil keuntungan sepihak.
"Semoga Pak Menhut Lulus dalam Membantu Pak SBY terkait Illegal Logging: Marissa Haque Fawzi"
Sumber: http://www.voanews.com/indonesian/news/Pemerintahan-Tidak-Sanggup-Atasi-Perambahan-Hutan-Ilegal-124486649.html
Pemerintah Tidak Sanggup Atasi Perambahan Hutan Ilegal
Meskipun Inpres moratorium hutan telah dikeluarkan, Menhut Zulkifli Hasan mengakui pemerintah kewalahan mengatasi perambahan ilegal.
Wella Sherlita | Jakarta
Foto: VOA - A. Dewan
Perambahan hutan ilegal makin marak dan sulit dikendalikan akibat pemekaran wilayah dan tingginya harga pangan dunia.
Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, mengakui pemerintah kewalahan mengatasi perambahan hutan ilegal, yang menyebabkan rusaknya kawasan hutan Indonesia, meskipun Inpres Moratorium hutan telah dikeluarkan. Menurutnya, perambahan hutan semakin marak akibat kenaikan harga pangan dunia dan pemekaran wilayah.
Zulkifli Hasan menyampaikan hal ini kepada pers sesaat sebelum sidang kabinet di Kantor Presiden, hari Jumat.
“Problem kita itu ‘kan kita sudah tidak memberikan konsesi baru di hutan alam primer sejak 2 tahun, (tidak mengizinkan) perluasan HPH dan lahan gambut. Tapi saya akui pertambahan penduduk, pemekaran wilayah juga akibat kenaikan harga-harga komoditi seperti kopi, karet, sawit, cokelat, ini semua komoditi yang merangsang penduduk merambah lahan menjadi perkebunan. Ini terjadi di Merangin, Riau, dan Kalimantan,” papar Hasan.
Mengenai daftar yang dikeluarkan UNESCO, Zulkifli mengatakan sulit mengendalikan kerusakan masif di hutan Sumatera, terutama pembukaan lahan dengan cara dibakar. Ia menjelaskan sudah melakukan sosialisasi kepada Bupati setempat, termasuk penegakan hukum. Tapi, lagi-lagi ia menyebutkan komoditi pangan yang harganya sedang meroket di pasaran dunia, sebagai penyebab perambahan hutan oleh penduduk.
Menurut Hasan, “Kalau UNESCO mengatakan ada kerusakan itu masuk akal. Taman Nasional Kerinci termasuk yang sudah mendapatkan Warisan Dunia. Ada sekitar 15 ribu penduduk di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung, ya memang (mereka) bukan (melakukan) penebangan liar, tapi mereka mengalihfungsi hutan menjadi kebun kopi dan lada. Jadi mungkin karena itu (daftar UNESCO dikeluarkan), Saya sudah kesana, bicara dengan Bupati dan aparat kepolisian. Kita sudah melakukan sosialisasi dan menata sedemikian rupa supaya kerusakan itu tidak berlanjut.”
Dulu Kementerian Kehutanan menyediakan lahan pengusahaan (konversi) hutan hanya untuk pengusaha, sehingga masyarakat tidak kebagian.
“Kami sedang kembangkan hutan tanaman rakyat dan hutan desa setahunnya 700 ribu hektar, diberikan kepada setiap Kepala Keluarga untuk dikelola dan menanam tanam-tanaman keras yang bermanfaat. Program ini ada sedikit (dijalankan) di Sumatera tapi sebagian besar di Kalimantan,” ujar Hasan lagi.
Sementara itu, Koordinator Kampanye Hutan TELAPAK, Hapsoro, menilai peringatan UNESCO tidak akan berarti apa-apa tanpa niat pemerintah untuk melakukan perubahan mendasar. Kerusakan hutan di Sumatera kecil kemungkinan untuk bisa dipulihkan.
Hutan alam terluas saat ini yang relatif tidak terjamah berada di Papua, tapi itupun sudah dirusak oleh penebangan legal dan ilegal; juga dikonversi untuk lahan kelapa sawit, kebun Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk bubur kertas (pulp) dan pertambangan. Hal serupa terjadi pula di Kalimantan.
Hapsoro mengatakan, “Selama yang dilakukan pemerintah adalah penyederhanaan aturan-aturan dan tidak diikuti dengan upaya untuk memperbaiki aturan yang sudah ada, dan mengecek apakah aturan itu berjalan dengan baik dan mampu mengatasi korupsi sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan.”
Di samping itu, ungkap Hapsoro, pemerintah juga belum mampu menuntaskan konflik lahan dengan masyarakat adat. Menurutnya, celah ini kerap dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mengambil keuntungan sepihak.
"Semoga Pak Menhut Lulus dalam Membantu Pak SBY terkait Illegal Logging: Marissa Haque Fawzi"
Sumber: http://www.voanews.com/indonesian/news/Pemerintahan-Tidak-Sanggup-Atasi-Perambahan-Hutan-Ilegal-124486649.html
Senin, 13 Juni 2011
"Bunda Marissa Haque: Indonesia, BMT, dan Usaha Mikro Tahun 2011 "
June 14th, 2011
TAMZIS pembiayaannya fokus pada pasar, sejauhmana sumbangsih BMT kepada pasar?
Kebetulan saya sedang menyelesaikan tesis saya fakultas ekonomi UGM berkaitan dengan BMT, khususnya pada salah satu BMT di Jogjakarta. Saya melihat bagimana BMT memberi sumbangsih besar dalam menghapus lintah darat atau rentenir, padahal pedagang butuh modal. Nah, itulah tugas BMT untuk memberi modal. Makanya diawal saya katakan BMT perlu perlindungan hukum dari pemerintah.
Kehadirannya di acara tersebut membuktikan bahwa Marissa peduli BMT.
Berikut pandangan Marissa tentang BMT dan usaha mikro tahun 2011.
Saya tahu BMT, karena di dekat rumah saya ada BMT. Saya banyak mendengar tentang kelebihan layanan BMT. Dalam akad BMT sesuai syariah tidak ada denda dan kadang tidak pakai jaminan.
BMT juga dalam pembiayaan tetap menggunakan prinsip 5 C + 1 S sebagaimana lembaga keuangan selama ini, yakni karakter, kapasitas, modal, jaminan, kondisi dan satu tambahan syariah dalam memberikan pembiayaan keapada anggota.
Menurut mbak Marissa, apa yang mesti diupayakan untuk BMT?
Menurut saya, perlu diusahakan adanya payung hukum yang jelas buat BMT dari pemerintah terkait dengan perlindungan. Kita tahu, BMT di saat krisis kemarin mampu bertahan dan dapat memulihkan ekonomi bangsa, karena denyutnya riil, nyata pada sektor mikro.
BMT selain memberi modal usaha, sebenarnya BMT juga mengajarkan pola hidup syariah, bagaimana menurut mbak?
Itu memang yang diharapkan dari BMT. Penelitian saya di BMT yang saya teliti setiap bulannya mengadakan pengajian umum dan penggeraknya anaknya sultan yakni Gusti Pembayun dan saya dua kali ikut pengajian tersebut.
Dalam pengajian pedagang juga dikenalkan dengan istilah-istilah ekonomi syariah kepada pedagang. Saya kira istilah-istilah tersebut ketika sering diucapkan dan dipraktekkan, pedagang akan lebih mudah dan cepat memahami. Bisa juga mengenalkan ekonomi syariah melalui radio komunitas yang ada disuatu pasar tertentu, dan itu tidak perlu biaya mahal tapi mengena.
Baik, dan akan semakin baik. Tapi persoalan BMT terbesar adalah payung hukum yang tidak ada atau belum ada.
Apa yang mesti dilakukan BMT untuk meningkatkan pelayanan?
Ya sosialisasi. Bikin pengajian akbar dipasar-pasar. Itu dahwah lo, bukankah khalifah Umar berdakwah dipasar, yakni dakwah bil hal (dakwah dengan tindakan).
Bagaimana BMT ke depan?
Harapannya, BMT tetap low profil, setia melayani sektor mikro yang penting high profit (keuntungan tinggi) itu lebih penting. BMT tidak boleh berubah identitas apalagi spirit. Islam itu harus kaya, makanya harus high profit, itu berkaitan harga diri. Rasulullah sendiri umur 12 tahun sudah dagang, jadi interpreneurship. Ada juga hadis yang mengatakan 90% rizki di jalan Allah diperoleh dari usaha dagang.
Sumber: http://www.tamzis.com/index.php?option=c…
Photo Courtesy of RA Menik Kodrat
Sabtu, 04 Juni 2011
PP No 34 Tahun 2002 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan: Marissa Haque Fawzi
PP No 34 Tahun 2002 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan
Pemanfaatan hutan adalah bentuk kegiatan pemanfaatan kawasan hutan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu serta pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu, secara optimal, berkeadilan untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestariannya (P.1; 2)
Pemanfaatan kawasan pada hutan produksi adalah bentuk usaha untuk memanfaatkan ruang tumbuh sehingga diperoleh manfaat lingkungan, manfaat sosial dan manfaat ekonomi yang optimal dengan tidak mengurangi fungsi pokok hutan. (P.1; 4)
Pemanfaatan jasa lingkungan pada hutan produksi adalah bentuk usaha untuk memanfaatkan potensi jasa lingkungan dengan tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi pokok hutan. (P.1;6)
Pemanfaatan hutan pada hutan produksi dapat berupa : (P.25;9)
a. pemanfaatan kawasan;
b. pemanfaatan jasa lingkungan;
c. pemanfaatan hasil hutan kayu;
d. pemanfaatan hasil hutan bukan kayu;
e. pemungutan hasil hutan kayu;
f. pemungutan hasil hutan bukan kayu.
Sumber:http://marissahaque-lingkungan-hidup-sda.blogspot.com/2011/05/pp-no-34-tahun-2002-tentang-tata-hutan.html
Label:
buah merah,
ikang fawzi,
Mahfud md,
Marissa Haque,
Memes Addie MS
“Terbang ke Angkasa Biru”: Bunda Marissa Haque Kontemplasi di Pesawat North West
Dari Bintaro di Banten, Indonesia menuju Athens di Ohio, Amerika Serikat
Gagasan Terbang ke Angkasa Biru serta jendela yang berjejer banyak dari dalam pesawat saya angkat ke dalam situs ini sebagai sebuah ide dasar yang muncul saat saya sering melakukan perjalanan panjang pulang-pergi dari rumah di Bintaro, Jakarta Selatan menuju Athens, Ohio tempat saya menyelesaikan studi Master keduaku pada bidang studi Film dan Televisi di Ohio University, AS.
Saat matahari tenggelam, lalu terbit kembali, disusul oleh naiknya sang fajar yang disempurnakan oleh langit biru nan cerah membawa hati dan pikiranku melambung tinggi mengikuti arah bias sinarnya. Momen indah nan singkat ini tak pernah kubiarkan luput dari dzikir dan syukurku ke hadirat Nya. Sekaligus mengabadikannya ke dalam beberapa snap shots dengan menggunakan manual dan digital photo camera yang tak pernah tertinggal dalam tasku.
Pertimbangan lainnya mengapa tema Terbang ke Angkasa Biru ini saya pilih, karena saya selalu merasa terus berada dalam perjalanan panjang yang tak pernah henti. Persis seperti cakrawala tak bertepi di atas kepala saat berada di ketinggian ribuan mil diudara. Kehidupan manusia yang terus berterbangan menuju pusarannya di Atas Sana.
Kontemplasi oleh: Marissa Haque Fawzi
Saat berada di pesawat North West, Detroit, 2003, Menuju Columbus, Ohio, Amerika Serikat.
Sumber: http://marissahaque-lingkungan-hidup-sda.blogspot.com/
dan Sumber: http://www.marissahaque-dulu-pdip.com/terbang/
Rabu, 01 Juni 2011
Berharap Besar pada Para Alumni IPB dalam Pemberantasan Korupsi Berkelanjutan Indonesia: Marissa Haque Fawzi
Suara Rakyat di Infokorupsi.com
Harapan publik agar Istana ikut campur menyelidiki rekening mencurigakan sejumlah perwira pupus sudah. Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum bentukan SBY memutuskan tidak terlibat. "Masalah itu sudah ditangan Kapolri sendiri. Saya kira masalah intern. Saya kira kita tidak akan ikut campur masalah ini," ujar Kuntoro Mangkusubroto (Sumber: Suara Rakyat di Infokorupsi.com. Jakarta, 1 Juli 2010)Sumber:http:marissa-haque-islam.blogspot.com
Kenapa Membiarkan Indonesia memiliki 'Nilai Tambah' pada Bidang Korupsi?: dalam Marissa Haque
Dari PSL IPB Marissa Haque Mendoakan Kesuksesan Penampilan Ikang Fawzi Suaminya di Trans TV
Memang Seru!
Lagu di bawah ini adalah salah satu pendidikan moral-spiritual Ikang Fawzi dan tim "Catatan si Boy" dalam lagu dan film. Tayangan di on-air kan semalam pada tanggal 28 Mei 2011. Pesona Ikang Fawzi suamiku dan sihir musik kenapa tidak secara berkelanjutan menjadi diferensiasi LP3 I ya?
Semoga ide kami ini ini positif adanya.
Allahu Akbar!
Terimakasih banyak TransTV...Terimakasih sangat besar Telekomsel...
Sukses Terus...
The Show of Ikang Fawzi (Husband of Marissa Haque) and Andi Rif on TRANS TV for 16th Telekomsel Birthday, 28-05-2011 08.00 PM
Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com/
dan http://giewahyudi.com/konser-16-tahun-telkomsel-paling-indonesia/
Fwd>
Sebagai pelanggan Telkomsel, saya merasa beruntung bisa menyaksikan secara langsung konser perayaan ulang tahun ke-16 Telkomsel. Pertunjukan musik akbar bertajuk Konser 16 Tahun Paling Indonesia itu bertempat di Hall D PRJ Kemayoran, Jakarta. Di lokasi dimana Santana pernah tampil dalam Java Jazz Festival 2011 itu, saya menyaksikan secara langsung puluhan musisi tampil memukau para penonton.
Konser 16 Tahun Telkomsel Paling Indonesia itu disiarkan secara live di Trans TV dan Trans 7. Hebatnya, konser ulang tahun Telkomsel itu disiarkan non-stop selama 75 menit tanpa jeda iklan sama sekali. Seluruh penampilan para musisi diiringi oleh Magenta Orchestra yang dipimpin oleh Andi Rianto. Saya yang masuk ke ruangan konser sekitar 45 menit sebelum konser dimulai bisa menyaksikan beberapa artis yang melakukan gladi resik. Sedangkan kru-kru Trans TV sibuk menyelesaikan persiapan akhir di panggung.
Saya yang duduk pada barisan paling depan sudah tidak sabar ketika kru Trans TV menghitung mundur acara on-air Konser 16 Tahun Telkomsel Paling Indonesia. Three Two One! Panggung Konser dimulai dengan penampilan para penari yang menampilkan beberapa tari tradisional, di antaranya tari Saman. Musisi pertama yang tampil adalah Kikan “Cokelat” Namara yang membawakan lagu Bendera, kemudian Andi /rif bergabung ke panggung dan berduet dengan Kikan. Penampilan mereka begitu memukau dengan empat penari yang membawa Sang Saka Merah Putih.
Ello dan Dewi Sandra kemudian tampil dengan membawakan lagu Cinta Negeri. Setelah itu, Yovie And Nuno membawakan beberapa lagunya secara medley. Artis Indonesia yang sudah go international, Anggun C. Sasmi, kemudian tampil dengan membawakan lagu barunya yang berjudul Hanyalah Cinta. Penampilan berikutnya juga tak kalau memukau karena gitaris senior Ian Antono melakukan guitar-duel dengan gitaris Piyu Padi. Penampilan duo gitaris lintas generasi yang diiringi olah vokal Kikan ini mendapatkan beberapa kali standing-ovation dari para penonton.
Panggung yang gemerlap itu kemudian dimeriahkan beberapa musisi seperti Yovie And Nuno, Denada, dan trio Audrey-Gamaliel-Cantika. Musisi yang paling saya nantikan adalah pemain harpa Maya Hasan. Maya Hasan yang mengenakan gaun putih memainkan harpanya untuk mengiringi Anggun yang membawakan lagu Mimpi. Suasana meriah ketika musisi senior Ikang Fawzi muncul dari barisan belakang penonton dan menyanyikan lagu Catatan Si Boy. Ikang Fawzi kemudian berduet dengan Andi /Rif di atas panggung.
Perayaan ulang tahun ke-16 Telkomsel dimeriahkan dengan hadirnya Pak Habibie yang dinobatkan menjadi pelanggan ke-100 juta Telkomsel. Pak Habibie duduk di kursi VVIP yang didampingi oleh Direktur Telkomsel Sarwoto Atmosutarno. Konser ini kemudian ditutup dengan tampilnya semua musisi dengan membawakan lagu Rumah Kita karya God Bless. Saya kira acara konser hanya sampai di situ, tapi ternyata masih ada konser off-air. Yang membuat istimewa acara off-air ini adalah tampilnya Sita Nursanti.
Sita Nursanti yang pernah membawakan lagu Donna Donna Donna karya Bob Dylan tampil memukau dengan gaun merahnya. Setelah acara off-air selesai, saya menyempatkan diri foto-foto di atas panggung megah itu. Senang rasanya bisa nonton kemeriahan konser ulang tahun ke-16 Telkomsel. Keluar dari Hall D PRJ Kemayoran saya harus memacu sepeda motor dari Kemayoran ke Bekasi. Lelah tapi senang, selain karena bisa melihat penampilan live Maya Hasan paginya bisa nonton Barcelona yang meraih juara Piala Champions 2011.
Lagu di bawah ini adalah salah satu pendidikan moral-spiritual Ikang Fawzi dan tim "Catatan si Boy" dalam lagu dan film. Tayangan di on-air kan semalam pada tanggal 28 Mei 2011. Pesona Ikang Fawzi suamiku dan sihir musik kenapa tidak secara berkelanjutan menjadi diferensiasi LP3 I ya?
Semoga ide kami ini ini positif adanya.
Allahu Akbar!
Terimakasih banyak TransTV...Terimakasih sangat besar Telekomsel...
Sukses Terus...
The Show of Ikang Fawzi (Husband of Marissa Haque) and Andi Rif on TRANS TV for 16th Telekomsel Birthday, 28-05-2011 08.00 PM
Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com/
dan http://giewahyudi.com/konser-16-tahun-telkomsel-paling-indonesia/
Fwd>
Konser 16 Tahun Telkomsel Paling Indonesia itu disiarkan secara live di Trans TV dan Trans 7. Hebatnya, konser ulang tahun Telkomsel itu disiarkan non-stop selama 75 menit tanpa jeda iklan sama sekali. Seluruh penampilan para musisi diiringi oleh Magenta Orchestra yang dipimpin oleh Andi Rianto. Saya yang masuk ke ruangan konser sekitar 45 menit sebelum konser dimulai bisa menyaksikan beberapa artis yang melakukan gladi resik. Sedangkan kru-kru Trans TV sibuk menyelesaikan persiapan akhir di panggung.
Saya yang duduk pada barisan paling depan sudah tidak sabar ketika kru Trans TV menghitung mundur acara on-air Konser 16 Tahun Telkomsel Paling Indonesia. Three Two One! Panggung Konser dimulai dengan penampilan para penari yang menampilkan beberapa tari tradisional, di antaranya tari Saman. Musisi pertama yang tampil adalah Kikan “Cokelat” Namara yang membawakan lagu Bendera, kemudian Andi /rif bergabung ke panggung dan berduet dengan Kikan. Penampilan mereka begitu memukau dengan empat penari yang membawa Sang Saka Merah Putih.
Ello dan Dewi Sandra kemudian tampil dengan membawakan lagu Cinta Negeri. Setelah itu, Yovie And Nuno membawakan beberapa lagunya secara medley. Artis Indonesia yang sudah go international, Anggun C. Sasmi, kemudian tampil dengan membawakan lagu barunya yang berjudul Hanyalah Cinta. Penampilan berikutnya juga tak kalau memukau karena gitaris senior Ian Antono melakukan guitar-duel dengan gitaris Piyu Padi. Penampilan duo gitaris lintas generasi yang diiringi olah vokal Kikan ini mendapatkan beberapa kali standing-ovation dari para penonton.
Panggung yang gemerlap itu kemudian dimeriahkan beberapa musisi seperti Yovie And Nuno, Denada, dan trio Audrey-Gamaliel-Cantika. Musisi yang paling saya nantikan adalah pemain harpa Maya Hasan. Maya Hasan yang mengenakan gaun putih memainkan harpanya untuk mengiringi Anggun yang membawakan lagu Mimpi. Suasana meriah ketika musisi senior Ikang Fawzi muncul dari barisan belakang penonton dan menyanyikan lagu Catatan Si Boy. Ikang Fawzi kemudian berduet dengan Andi /Rif di atas panggung.
Perayaan ulang tahun ke-16 Telkomsel dimeriahkan dengan hadirnya Pak Habibie yang dinobatkan menjadi pelanggan ke-100 juta Telkomsel. Pak Habibie duduk di kursi VVIP yang didampingi oleh Direktur Telkomsel Sarwoto Atmosutarno. Konser ini kemudian ditutup dengan tampilnya semua musisi dengan membawakan lagu Rumah Kita karya God Bless. Saya kira acara konser hanya sampai di situ, tapi ternyata masih ada konser off-air. Yang membuat istimewa acara off-air ini adalah tampilnya Sita Nursanti.
Sita Nursanti yang pernah membawakan lagu Donna Donna Donna karya Bob Dylan tampil memukau dengan gaun merahnya. Setelah acara off-air selesai, saya menyempatkan diri foto-foto di atas panggung megah itu. Senang rasanya bisa nonton kemeriahan konser ulang tahun ke-16 Telkomsel. Keluar dari Hall D PRJ Kemayoran saya harus memacu sepeda motor dari Kemayoran ke Bekasi. Lelah tapi senang, selain karena bisa melihat penampilan live Maya Hasan paginya bisa nonton Barcelona yang meraih juara Piala Champions 2011.
Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com
Label:
buah merah,
ikang fawzi,
Marissa Haque,
telekomsel mar,
trans tv
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Senin, 02 Januari 2012 Video Kenangan Marissa Haque Fawzi saat Lulus Ujian Doktor IPB http://youtu.be/_NHmY9QdGeI http://youtu.be/nGwiM9A...
-
Dari Blog Ikang Fawzi di: http://ikangfawzi.blogdetik.com/ Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan...
-
CABUT SP3 Mafia Hutan October 31, 2011 by madealimenulis Sumber: http://apjcclima...
-
Just do the Best and Allah will do the Rest Ketika kita di dzolimi oleh orang yang tidak dikenal, dan kita merasa fitnah yang dilonta...
-
If you ever heard about Indonesian students in Malaysia trying to make a peace using online media (twitter, facebook – you name it) duri...
-
BOS on Marissa Haque: Indonesian Agriculture minister is going to London to meet NGOs over oil palm plantations. Jakarta (ANTARA News) - Ag...
-
Ketika IPB kupilih menjadi wadah mengasah kognisi-afeksi-psikomotorik beberapa tahun silam, banyak yang tersenyum sinis padaku. Dan bahk...
-
Humas-SE IPB Susun Grand Design Tata Kelola Informasi dan Kehumasan : Menjawab Tantangan Pelayanan Publik Kamis, 17 September 2009 Organis...
-
Massmedia Visit to Bukit Duabelas National Park o broaden news reporters’ perspective about the issue of illegal logging, EC FLEGT Suppor...
-
Dakwah Nyata Marissa Haque (Siapakah yang Usil, Ngurusin Payudara Orang atau yang Ngurusin Orang Berdakwah?) Catatan: Kecuali memang dipa...




