Ikan di Laut Tercemar Indonesia

Ikan di Laut Tercemar Indonesia
Sumber Ikan Laut yang Merana

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi

Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi
Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria, Prima Gandhi HMI Bogor, Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi, Doktoral di IPB

Total Tayangan Halaman

Riset Pencemaran Lingkungan Hidup di Buyat, Sulawesi Utara

Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bali
SDALH Marissa Haque-Kebun Raya Bali

Sabtu, 15 November 2014

"Rahasia Cantik Marissa Haque di Usia Setengah Abad (Terimakasih tabloidbintang.com)"

Sumber:
http://tabloidbintang.com/articles/gaya-hidup/cantik-sehat/14766-rahasia-cantik-marissa-haque-di-usia-setengah-abad

Rahasia Cantik Marissa Haque di Usia Setengah Abad
 Marissa Haque (Ossy/BION)

SALON memang selalu menjadi pilihan banyak wanita untuk menghasilkan penampilan cantik.

Namun Marissa Haque mengaku tidak terlalu sering mengurusi kecantikannya ke salon.

"Sedang-sedang aja ya, mungkin dua bulan sekali potong rambut terus kemudian kalau ada energi dan waktu juga aku facial dua bulan sekali," tutur istri Ikang Fawzi itu saat ditemui di Studio AD Jl.TB Simatupang, (12/11).

Yang terpenting kata ibu dari Isabella Muliawati Fawzi dan Chikita Fawzi itu, mendapatkan wajah tetap cantik adalah menjaga pola makan

"Intinya kalau bisa kita kurangin makan daging, lebih banyak makan sayur jadi lemak-lemaknya bisa larut," ujarnya.

Bukan hanya menjaga pola makan, tapi Marissa juga rajin olahraga di rumah yaitu renang dan fitness.
(ossy julitasari / gur)

"Rahasia Cantik Marissa Haque di Usia Setengah Abad (Terimakasih tabloidbintang.com)"

Sabtu, 05 April 2014

Polling PolcoMM Dua Caleg PAN Prov Bengkulu Masuk 5 Besar: Bunda Marissa Haque Fawzi ke 3 & Tante Dewi Coryati ke 5



Alhamdulillah... hasil polling Lembaga Survey PolcoMM 5 April 2014, dua Caleg PAN Prov Bengkulu masuk 5 besar: Marissa Haque Fawzi ke 3 dan Dewi Coryati ke 5.


Allahu Akbar! Terimakasih Ya Allah.... terimakasih PAN... terimakasih Bang Hatta Rajasa.. Ayah Ikang Fawzi...luv u full cakeeeep... Saling mendoakan yaaaa...

 "Polling PolcoMM Dua Caleg PAN Prov Bengkulu Masuk 5 Besar: Marissa Haque Fawzi ke 3, Dewi Coryati ke 5"

Jumat, 21 Februari 2014

Kabar dari Dapil Bengkulu untuk PAN 8 No. 2: Bunda Marissa Haque Ikang Fawzi

Sebuah Quotation:

"Kematian itu sangat dekat dear Tweeps, jgn pernah bosan berbuat baik. Allahu Akbar: Marissa Haque Ikang Fawzi

Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2014/02/09/33/938255/kena-tifus-di-bengkulu-marissa-haque-kini-dirawat-di-rumah


JAKARTA - Artis sekaligus politikus Marissa Haque atau akrab disapa Icha (51) mengunjungi masyarakat yang berada di Kabupaten Kaur dan Kabupaten Mukomuko yang berada di Provinsi Bengkulu beberapa hari lalu.

Icha selama 12 hari berkeliling menemui masyarakat sekaligus konstituennya. Namun, sayangnya istri dari Ikang Fawzi ini tak bisa mengunjungi titik-titik yang sudah jadi agenda pertemuan dengan masyarakat. Ia tiba-tiba terserang sakit tipus.

“Kemarin pulang, di sana lagu endemik sakit tifus dan malaria. Aku gak pernah makan pakai tangan, pasti pakai sinduk dan garpu, tapi karena tertular dari udara,” cerita Icha yang juga mengungkapkan sedang berbaring istirahat di tempat tidur, dia dirawat oleh kedua putrinya, Kiki dan Bella.

“Aku dibuatin bubur sama Kiki dan Bella, juga dibikinin chicken hainan (ayam direbus dengan bawah putih),” Icha menambahkan.

Istri dari Ikang Fawzi ini juga mengenang kembali di saat-saat terkena tifus dan demam tinggi hingga 39 deracat celcius, namun harus tetap melayani para penggemarnya di Bengkulu yang ingin foto bareng.

“Untung aku punya hb (hemoglobin) bagus jadi gak pingsan, di sana orang tak peduli foto aku lagi menggigil, dokternya juga malah ikutan foto. Ya, resiko artis harus tetap tampil cantik dan tersenyum saat difoto, hahaha,” ujarnya.

Icha memilih pulang ke Jakarta dibandingkan dirawat di rumah sakit di Bengkulu, karena khawatir tak bisa istirahat.

“Gimana dirawat di Bengkulu, tiba-tiba orang-orang ingin foto bareng, hahaha,” lanjutnya.
Walau begitu, Icha bersyukur masyarakat Bengkulu penuh perhatian kepada dirinya. Namun, yang disayangkan di daerah yang subur namun masih memprihatinkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.

“Di sana tingkat melek aksara rendah, tingkat kematian ibu melahirkan tinggi, gizi buruk tinggi,” sesalnya.
(tre)

"Kabar dari Dapil Bengkulu untuk PAN 8 No. 2: Marissa Haque Ikang Fawzi"

Rabu, 19 Juni 2013

Alhamdulillah Terimakasih KPK Tercinta: Ruzli Zainal Pelaku Intelektual Illegal Logging Provinisi Riau

SUJUD SYUKURKU
 

Alhamdulillah penelitianku tidak sia-saia Ya Allah...
Pencopotan Gubernur Ruzli Zainal Tinggal Tunggu Registrasi - Tribunnews.com http://www.tribunnews.com/2013/06/20/pencopotan-gubernur-ruzli-zainal-tinggal-tunggu-registrasi via @tribunnews


Gubernur Riau, Rusli Zainal, menggunakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2013). KPK resmi menahan Rusli Zainal terkait kasus dugaan suap PON Riau serta kasus dugaan korupsi pemberian izin pengelolaan Hutan di Pelalawan, Riau. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 



Tribunnews.com, Jakarta — Tersangka kasus dugaan korupsi PON Riau, Rusli Zainal, akan segera dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur Riau pekan depan. Pencopotan Rusli saat ini masih menunggu surat registrasi yang mencantumkan status Rusli sudah menjadi terdakwa.

"Kalau sudah berhalangan permanen maka akan kita nonaktifkan. Mudah-mudahan seminggu lagi sudah keluar nomor registrasinya," ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kompleks Parlemen, Rabu (19/6/2013).

Saat ini, Rusli masih menjabat sebagai Gubernur Riau. Dia juga adalah Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif. Rusli ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa selama enam jam lebih pada Jumat (14/6/2013). Selama ditahan oleh KPK, tugas pemerintahan yang diemban Rusli dilakukan oleh wakilnya.

"Sudah ada aturan kalau gubernur berhalangan, maka wakil melakukan tugas. Ini kan dianggap halangan sementara, maka dijalankan oleh wakilnya," kata Gamawan.

Adapun Rusli ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan kayu-hutan tanaman industri tahun 2001-2006 di Kabupaten Siak dan Pelalawan, Riau. Selain tersangka dalam kasus izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan kayu-hutan tanaman industri (IUPHHTI) itu, Rusli juga ditetapkan sebagai tersangka penerima dan pemberi suap terkait pembangunan arena PON Riau.

Dalam kasus dugaan korupsi pemberian IUPHHTI di Siak dan Pelalawan ini, KPK menyangka Rusli melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Pasal yang disangkakan ini merupakan pasal penyalahgunaan wewenang selaku penyelenggara negara.

Alhamdulillah Terimakasih KPK Tercinta: Ruzli Zainal Pelaku Intelektual Illegal Logging Provinisi Riau

Minggu, 31 Maret 2013

Kue Bolu Koja Khas Bengkulu Lemak Nian: Marissa Haque Ikang Fawzi

Welcome Cake di Rumah Walikota, Kue Bolu Koja Khas Bengkulu (dlm Marissa Haque & Ustdz. Nurul Fadilah), 29-3-2013


Kue Bolu Koja Khas Bengkulu Lemak Nian: Marissa Haque Ikang Fawzi

Rabu, 20 Maret 2013

Terimakasih Tribunnews.com yang Baik: Ayah Ikang Fawzi & Bunda Marissa Haque


Tribunnews.com - Kamis, 14 Maret 2013 11:41 WIB
Share this
 
                                                   Marissa Haque dan Ikang Fawzi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Makin banyak pasangan selebriti memutuskan berpisah setelah sekian lama berumahtangga tanpa gosip aneh-aneh.

Sebut saja contohnya Venna Melinda dan Ivan Fadilla, Wanda Hamidah dan Cyril Raoul Hakim dan Ira Wibowo dan Katon Bagaskara. Perpisahan pasangan-pasangan ini mengagetkan publik karena sebelumnya tak pernah terdengar kabar orang ketiga atau friksi rumah tangga lain.

Bagaimana dengan Marissa Haque dan Ikang Fawzi yang juga selama ini rumahtangganya juga cenderung steril dari gosip aneh-aneh? Ah, semoga mereka tetap langgeng dan tak mengikuti jejak mereka yang berpisah, seperti kekompakan mereka dalam berbagai acara publik.

 
Ahmad Zulfikar Fawzi populer dengan nama Ikang Fawzi, lahir di Jakarta, 23 Oktober 1959) menikah dengan Marissa Haque 12 April 1987 silam. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi.

Seperti Tribunnews.com lansir dari Wikipedia, Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, 15 Oktober 1962.

Karirnya lintas bidang, mulai dari model, aktris, sutradara dan produser film dan televisi, konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas negeri dan swasta, dan seorang politikus di Indonesia.
Marissa memulai debutnya di dunia hiburan film lewat Kembang Semusim (1981), kemudian ia membintangi banyak judul film di era 80-an. Lewat film Tinggal Landas buat Kekasih, ia meraih penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 1985 di Bandung. Marissa juga mendapatkan Aktris Terbaik atau Best Actress di Festival Film Asia Pasific ke 62 tahun 1987 di Taipei, Taiwan.

Karier politiknya langsung melesat ketika bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004. Sebagai pendatang baru dikancah perpolitikan Indonesia, Marissa Haque yang saat itu masih bersekolah di Ohio, Amerika Serikat, Marissa berhasil muncul kepermukaan jagad politik Indonesia.

Keberhasilan mendulang suara Marissa diwilayah Jabar 2 sangat signifikan. Sebagai kader baru partai banteng bermoncong putih tersebut, Marissa berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan Jabar 2 (Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil diperoleh Taufik Kiemas suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri.

Dalam pilkada Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk dicalonkan sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi Zulkiflimansyah sebagai kandidat wakil gubernur Provinsi Banten.

Duta Badak
Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon, Pandeglang, Provinsi Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi pelestarian badak cula satu ini bersama lembaga dunia WWF.
Dari kegiatan penyelamatan badak itu, Marissa kemudian serius mempelajari seluk-beluk Llmu Hukum dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup di Program Doktor Pusat Studi Lingkungan atau PSL-IPB, Bogor.

Doktor Ilmu Sistem Lingkungan ini bersama alumni IPB lainnya dan beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan Yayasan Daun yang bergerak di dalam hal menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian hidup dalam konsep sustainable development atau pembangunan berkelanjutan.

Marissa bersama Ikang Fawzi suaminya adalah sama sama alumni dari Program Magister Bisnis Administrasi ( MBA ) dari Pasca Sarjana FEB ( Fakultas Ekonomi Bisnis ) Universitas Gajah Mada, Yogjakarta pada bidang yang sama yaitu Strategic Management dengan fokus kepada Strategi Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah Non Bank atau BMT ( Baitut Maal wa Tamwil). Sementara Ikang Fawzi berfokus kepada Strategi Pemasaran Properti-tainment.

Marissa telah diwisuda pada bulan October 2011 sebagai Magister Bisnis Administrasi (MBA) Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) - UGM (universitas Gajah Mada), Jakarta-Yogyakarta.[1] Bersama Ikang Fawzi suaminya yang mengambil bidang berbeda Strategic Management, Marissa mengambil jurusan Human Resource and Organizations. Lebih jauh, Marissa adalah alumni Fakultas Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.

Ia adalah seorang speech therapist (ahli kewicaraan) dengan kekhususan anak-anak tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta mengajaknya membimbing para tunarungu dengan metode the American Sign Language. Dan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta dengan jurusan Perdata.

Sangat Serius Bidang Akademik
Serius dalam bidang akademik membuat Marissa kini tertarik menjadi seorang dosen. Beberapa universitas swasta yang menawarkan untuk menjadi home base tempatnya membagi ilmu baik bidang Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis. Diantaranya (1). Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis dan Ilmu Ekonomi Islam (2) Universitas Sahid Jakarta untuk Ilmu Hukum Bisnis; (3) STAIT ( Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Terpadu ) Modern Sahid di Bogor untuk Ilmu Ekonomi Islam. Dan sekarang Marissa menjalani profesi baru sebagai dosen di IEF Usakti ( Islamic Economic and Finance Universitas Trisakti ) di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Beberapa jaringan radio di Jakarta dan Kota bandung juga telah meminta Marissa untuk memiliki program siaran. Bila benar terjadi, maka Marissa akan menjadi orang kedua yang bergerak di ruang siaran radio setelah adik bungsunya Shahnaz Haque yang alumni Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, UI (Universitas Indonesia) berhasil terlebih dahulu terkenal di Radio Delta dalam program Indonesia Siesta berpusat di Jakarta dengan luas jaringan seluruh Indonesia.

Sumber:
 http://www.tribunnews.com/2013/03/14/fot…

Terimakasih Tribunnews.com yang Baik: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Rabu, 20 Februari 2013

Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar bersama Chikita Fawzi: dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi

Kelas Inspirasi
Di Tambora, Dela Tetapkan Mimpi Jadi Animator
Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Rabu, 20 Februari 2013 | 10:37 WIB
 

VITALIS YOGI TRISNA Chikita Fawzi, animator dari serial Upin Ipin memberikan kelas inspirasi kepada siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Sereal 03 Pagi, Jakarta Barat, Rabu (20/2/2013). Kelas inspirasi merupakan inisiatif dari gerakan Indonesia Mengajar, sebanyak 596 pengajar yang terdiri dari pekerja profesional diterjunkan ke 58 SD negeri di Jakarta. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
JAKARTA, KOMPAS.com - Dela Ananda Putri (11) siswi kelas 5 SDN 03 Tanah Sereal, Tambora terlihat asik menggambar di meja kelasnya. Dirinya terinspirasi menjadi seorang animator setelah kedatangan relawan pengajar dari Kelas Inspirasi, Rabu (20/2/2013).

"Aku emang suka menggambar dari dulu. Biasanya gambar orang, gunung, atau bunga," kata Dela sambil menggoreskan pensilnya di atas kertas.

Berbekal pensil dan kertas berwarna hijau, Dela menggambar seorang anak perempuan dengan menggunakan bandana. Saat ditanya apa cita-citanya ketika sudah dewasa, Dela ingin menjadi animator yang pintar menggambar.

Dela ingin tekun belajar menggambar meski di luar jam sekolah, Dela lebih banyak menghabiskan waktu dengan membantu berjualan ayahnya di pasar. Biasanya barang yang dijual berupa pakaian yang bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti baju berbahan kaos.

Nama animator diketahuinya dari Kelas Inspirasi yang digelar oleh Indonesia Mengajar, hari ini. Dela diajarkan menggambar oleh salah satu animator film anak "Ipin Upin", Chikita Fawzi.

Di depan anak-anak SD itu pula, Chiki juga memperlihatkan berbagai macam hasil karyanya yang sudah berbentuk animasi.

"Menurutku siapapun orang bisa menjadi animator, asal mereka punya kemauan, mereka pasti bisa," kata putri dari artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque itu.

Saat mengajar, Chiki juga memberikan motivasi kepada siswa kelas 5 yang menjadi anak didiknya. Dengan menggunakan sebuah gitar kecil, Chiki bernyanyi sambil bertanya mengenai cita-cita siswa jika sudah besar nanti.

Menanggapi nyanyian dan pertanyaan Chiki, banyak siswa yang menyebutkan berbagai macam cita-citanya jika sudah dewasa. Ada yang ingin menjadi guru, dokter, wartawan, insinyur mesin, dan lain-lain. Dalam kelas tersebut terlihat suasana keakraban dan semangat yang terpancar antara murid dan guru yang membagikan inspirasi kepada siswa.

Tertolong

Yuniarti, Kepala Sekolah SDN 03 Tanah Sereal juga menyambut baik program Kelas Inspirasi ini. Menurutnya, dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak lebih tertolong untuk lebih mengetahui berbagai macam profesi yang bisa digeluti.

"Sebelumnya kan mereka tahu profesi atau cita-cita hanya dari buku. Dengan kegiatan ini anak-anak bisa lebih mengenal berprofesi yang mereka inginkan," kata Yuniarti.

Ia melanjutkan, anak juga mendapatkan informasi untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dipersiapkan jika ingin menekuni suatu profesi. Dengan menghadirkan inspirator yang terjun langsung dengan profesinya, hal tersebut bisa memacu keinginan anak menjadi profesi-profesi tertentu yang sesuai minat dan bakatnya.


Berita terkait, baca : Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar

Tak mau ketinggalan informasi seputar pendidikan dan beasiswa? Yuk follow Twitter @KompasEdu
Editor :
Caroline Damanik
Kelas Inspirasi Indonesia Mengajar bersama Chikita Fawzi: 
dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi

Minggu, 20 Januari 2013

Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Sekarang Bersama PAN

Selasa, 15/01/2013 11:31 WIB
Ahmad Toriq - detikNews
 
Jakarta - PAN selama ini dikenal sebagai partai gudangnya artis. Untuk pemilu 2014, sudah ada tiga artis yang siap maju dari PAN.

"Ada Ikang Fawzi, Doktor Marissa Haque dan Mbak Desy Ratnasari, dia hampir doktor juga lho," kata Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Tjatur mengatakan pertimbangan utama memilih para artis tidak hanya dari sisi popularitas, tapi juga dari kapabilitas mereka sebagai anggota DPR nantinya. PAN sangat selektif dengan pemilihan calegnya.

"Caleg PAN harus mempunyai kapasitas, kredibilitas dan harus punya track record yang baik. Dia juga harus bisa menggaet massa," ujar Tjatur.

Ketua Fraksi PAN itu mengatakan persiapan pencalegan akan selesai April 2013 mendatang. Dia menjamin kualitas caleg PAN tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Caleg PAN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," pungkasnya.

(trq/van)


Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Sekarang Bersama PAN



Senin, 14 Januari 2013

"Marissa Haque Ikang Fawzi: Wikipedia.com yang Ngawur & Seenaknya, Adakah Teman Dapat Membantu?"

3eeec1f2fd3c83475be1b8fee8474053_drhj-marissa-haque-ikang-fawzi-untuk-wikipediacom-2013jpgAda salah seorang calon anak mantu (yang belum tentu... hehehe) mengirim sms ke saya kemarin. Isi dari sms nya kurang lebih adalah mengingatkan betapa sejak saya di-bully per Januari 2012 lalu, mereka yang melakukannya seakan ingin membuat kejadian tersebut  jadi monumen (prestasi) kejahatan cyber mereka. Saya menduga mereka masih secara berkelanjutan melakukannya, dan berharap dapat kembali 'sukses' seperti Januari tahun lalu. Nah, selain webs dan blogs yang abal-abal serta tayangan beberapa foto yang sangat tidak berbudaya, diduga yang  paling parah mereka lakukan adalah mengedit informasi pada alamat situs http://id.wikipedia.org/wiki/Marissa_Haque. Saya serius menduga para adminnya (oknum) masih terkait kelompok pem-bully tim Dee Kartika Djoemadi (Dee Dee Kartika atau Diah Kartika Rini Djoemadi) dengan mengatas-namakan PT. Spindoctors-Indonesia. 

Tulisan di bawah adalah yang sedang saya mintakan pertolongan seorang teman aktivis PKS Tangerang Selatan untuk bantu mengeditnya. Mas Holiq adalah malaikat cyber-ku terkait dengan menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum. Membuat keseimbangan atas informasi yang sesungguhnya. Demikian adanya, semoga melalui blogdetik ini informasi awal atas kebenaran yang sesungguhnya dapat didiseminasikan adanya.

Salam kasih, Marissa

"Marissa Haque Ikang Fawzi: Wikipedia.com yang Ngawur & Seenaknya, Adakah Teman Dapat Membantu?"

Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, 15 Oktober 1962; umur 50 tahun) adalah seorang photo model aktris,, sutradara, penulis, dan produser film dan televisi, konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas negeri dan swasta, dan seorang politisi Indonesia. Ia menikah dengan penyanyi rock Indonesia, pencipta lagu, pengembang perumahan, dan politikus dari PAN (Partai Amanat Nasional) Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi), dan dikaruniai dua orang anak perempuan. Ia adalah kakak kandung dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque. Bersama dengan suaminya sekarang Marissa aktif di PAN (Partai Amanat Nasional).

Marissa memulai debutnya di dunia film lewat Kembang Semusim (1981), kemudian ia membintangi banyak judul film di era 80-an. Lewat film Tinggal Landas buat Kekasih, ia meraih penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia tahun 1985 di Bandung. Marissa juga mendapatkan Aktris Terbaik atau Best Actress di Festival Film Asia Pacific ke 62 tahun 1987 di Taipei, Taiwan.

Karier politiknya langsung melesat ketika bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004. Sebagai pendatang baru dikancah perpolitikan Indonesia, Marissa Haque yang saat itu masih bersekolah di Ohio University, Athens, Amerika Serikat. Marissa berhasil muncul kepermukaan jagad politik Indonesia. Keberhasilan mendulang suara Marissa diwilayah Jabar 2 sangat signifikan. Sebagai kader baru di PDIP Marissa berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan Jabar 2 (Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil diperoleh Taufik Kiemas suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri. Dalam pilkada Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk dicalonkan sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi Zulkiflimansyah sebagai kandidat wakil gubernur.

Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon, Pandeglang, Provinsi Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi pelestarian badak cula satu ini bersama lembaga dunia WWF. Dari kegiatan penyelamatan badak itu, Marissa kemudian serius mempelajari seluk-beluk ilmu hukum dan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup di Program Doktor Pusat Studi Lingkungan atau PSL-IPB, Bogor. Doktor Ilmu Sitem Lingkungan ini bersama alumni IPB lainnya dan beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan Yayasan Daun yang bergerak di dalam hal menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian hidup dalam konsep sustainable development  atau pembangunan berkelanjutan.

Marissa bersama Ikang Fawzi suaminya adalah sama-sama alumni dari Program Magister Bisnis Administrasi (MBA) dari Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) – UGM (universitas Gajah Mada), Jakarta-Yogyakarta pada bidang yang sama yaitu Strategic Management. dengan fokus kepada Straetgi Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah Non-bank atau BMT (Baitul Maal wa Tamwil). Sementara Ikang berfokus kepada Strategi Pemasaran Properti-tainment. Marissa juga adalah alumni Pasca Sarjana Fakultas Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Ia adalah seorang speech therapist (ahli kewicaraan) dengan kekhususan pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta sempat mengajaknya membimbing para tunarungu dengan metode the American Sign Language. Lebih jauh, Marissa juga menjelang alumni dari Program Magister Hukum Bisnis dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) dengan spesialisasi Hak Cipta atas HKI di Bidang Musik dan Lagu. Termasuk juga menjelang alumni dari Pasca Sarjana kajian Timur Tengah dan Islam dengan spesialisasi Keuangan Islam (PS KTTI) UI (Universitas Indonesia). Sebelumnya Marissa adalah alumni dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta dengan jurusan Perdata.

Serius dalam bidang akademik membuat Marissa kini tertarik menjadi seorang dosen. Beberapa universitas swasta menawarkan untuk menjadi home-base tempatnya membagi ilmu baik di bidang Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis. Diantaranya adalah: (1) Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Ekonomi Islam; (2) Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Hukum Bisnis; (3) Universitas Sahid Jakarta untuk Ilmu Hukum Bisnis; (4) STAIT (Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Terpadu) Modern Sahid, Bogor untuk Ilmu Ekonomi Islam. Dan sekarang Marissa telah mulai menjalani profesi baru sebagai dosen di IEF Usakti (Islamic Economy and Finance Universitas Trisakti) Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Dan berharap pada suatu saat kelak menjadi seorang Profesor dalam bidang yang menjadi kompetensinya.
                                                                  

Kamis, 10 Januari 2013

Can Law Safe the Forest (S.R Hirakuri): dalam Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi

Ditengah badai mengamuk tadi tiba-tiba buku Sofia Hirakuri jatuh dari rak bukuku. Rupanya' alam' sdg menyampaikan pesannya... Subhanallah...
Can Law Safe the Forest (S.R Hirakuri) dalam Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi

Selasa, 04 September 2012

Langkah Dua Artis Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Marissa Haque dan Zumi Zola (Bupati Jambi)

Selasa, 04 September 2012 , 15:52:00 WIB

KOALISI MARISSA-ZUMI



Dua artis alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Marissa Haque dan Zumi Zola (Bupati Jambi) bakal berkoalisi dan kolaborasi di Provinsi Jambi melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Menurut artis yang baru bergabung di PAN ini, dirinya kemungkinan besar bakal berkoalisi dengan Zumi di Jambi. Wacana koalisi ini muncul begitu saja, saat keduanya menghadiri pernikahan puteri Menhut Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu.  
 Sumber: http://www.rmol.co/read/2012/09/04/76818/KOALISI-MARISSA-ZUMI-

ARI PURWANTO/ISTIMEWA

"Langkah Dua Artis Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Marissa Haque dan Zumi Zola (Bupati Jambi) "

Senin, 27 Agustus 2012

Marissa Haque Fawzi: "Indonesia's Cinematic Art Stumble and Surge"


Indonesia's Cinematic Art Stumble and Surge
 
World Paper, New York, USA
June, 2001


By. Marissa Haque Fawzi
An Indonesia Actress, is in Residence at Ohio University

 
Indonesia as a country among many countries in the world, cannot escape of the effect of globalization. More specially, the Indonesia film industry is influenced and shaped by the cultures and trends of many other nations. This assimilation necessary and positive for progress and increased quality as long as an individual maintains his/ her own touch, so to speak. This process is guaranteed by the fact that our world grows smaller everyday and the boundaries that once existed are no more.

The father of Indonesia film, Mr. Haji Usmar Ismail, was the first Indonesia artist to graduate from the School of Film at the University of California Los Angles as early as the 1940s. Generations to follow in the 1970’s were strongly predisposed to Russian production style and technique with Indonesian graduate from Moscow University such as Syumandjaja and Amy Priono.

Many artists to follow, Producers and Directors are products of Indonesia education and training. Their work, also distinguished, is colored by local wit and wisdom. A result of their efforts has been “Edutainment” or educational entertainment for the Indonesian citizen.

The only trouble with this is seen in the extremely small ratio of these artists in relation to the population of Indonesia, which far exceeds 200 million. If the love of money is the root of all evil it has also been the demise of the film industry in Indonesia. Many Directors viewed the production of movies as a monetary printing press.

The typical Indonesian film left nothing for the viewing public; there was no moral message and no real meaning. By the end of 1980s the film industry has stagnated and come to screeching halt. The Indonesia government further stifled the industry’s creativity and quality, and the differences from one film to the next became almost impossible to discern. It was a frustrating time for the movie-going public and even exasperating for those production teams that sought to create.

In 1990s gave us Garin Nugroho. As a young man, he graduated from University of Indonesia with a degree in Law and attended Indonesia’s Institut Kesenian Jakarta (Indonesian Art Institute). Garin Nugroho was determined to create new standard, and in the mid-1990s he began work. Nugroho presented an Eastern European style of production. Many Indonesian viewers did not understand this style of production and found the storylines difficult to follow, but his works have been honored (and have placed) at almost every international film festivals in which those have appeared.

Toward the end of 1999, a group of young Indonesian film graduates that, to date, do not wish to be identified with other movie production teams, came together to produce. They represent the new techno generation, seeking something new and different from all who came before them, and it is known to Indonesians today as the movie Kuldesak. This independent production team used a grassroots style marketing strategy throughout production. The film smacks of Quentin Tarantino. The theme song from thia movie was also honored by MTV at the MTV awards 2000 in New York.

The year 2000 was phenomenon for Rivai Riza (Film Director), Mira Lesmana and Triawan Munaf (Co Producers) with their award-winning production Petualangan Sherina or the Adventures of Sherina. The British honored this production with the presentation of the British Chavening Award Scholarship to Riza. This is only logical because Riza finished his Master of Arts in screenwriting at a British Institution in 1999. Riza ia rich with British style.

What do we see in the future of the Indonesian film industry? What style do we hope will prevail? There are so many possibilities, but that which cannot be denied and is clear to even those who would close their eyes is that American films are shown on every channel of Indonesian television and fill Indonesian theatres. In this lies an undeniable answer.

We are also aware that American film is a collection of assimilations from across the world. Thus we come full circle of globalization and interdependent world in which we live. We will, each and every one of us, learn from all of those around us without exception, if we hope to progress. This is a continual process that will go on for as long as we breathe.

Marissa Haque Fawzi: "Indonesia's Cinematic Art Stumble and Surge"


Rabu, 22 Agustus 2012

Bunda Marissa Haque Fawzi: "Dulu saat Kuliah 2003 Saya Legislatif PDIP, 2012 Saya Bacaleg PAN dan Sudah Doktor "

0ae04f3b17f901d5baa60401411d9596_marissa-haque-diajak-ikang-fawzi-masuk-pan_600x336

Sumber: http://dominikadanmarissa.blogdetik.com/

Dulu saat kuliah film di Athens, Ohio, Amerika Serikat pada tahun 2003 saya terpilih menjadi anggota Legislatif dari PDIP, dan sekarang pada tahun 2012 saya dipersiapkan oleh Pak Hatta Rajasa untuk menjadi Bacaleg PAN.

Tiba-tiba saya teringat kepada Dominika Dittwald sahabatku dulu saat kuliah di sana, Dominika sudah MFA dan saya tidak menyelesaikan sekolah filmku karena harus mengabdi kepada rakyat di Senayan.

Namun atas ijin Allah dan doa semua kerabat dan sahabat yang dekat di hati, hari ini alhamdulillah pendidikan saya mumpuni. Sudah menjadi Doktor dan siap insya Allah menjawab tantangan zaman.  

Thank You Allah...
6984ee2aaef7552dbc59b3dac09f1db7_dominika-dittwald-mfa-and-dr-marissa-haque-fawzi-sh-mhum-mba-mh_600x574


Dominika Dittwald dan Marissa Haque Fawzi: Persahabatan adalah Selamanya




Marissa Haque Fawzi:  "Dulu saat Kuliah 2003 Saya Legislatif PDIP, 2012 Saya Bacaleg PAN dan Sudah Doktor "

Sabtu, 18 Agustus 2012

“Keteladanan Umar bin Khatab dalam Kehidupan Kami”: Marissa Haque & Ikang Fawzi

 
Terimakasih banyak MNC TV dan UIN Jakarta.
1c7eba1c40ed9fdd82b0347c0bc4d7da_drhj-marissa-haque-fawzi-yang-anggun-sebagai-calon-hakim-mk

“Keteladanan Umar bin Khatab dalam Kehidupan Kami”: Marissa Haque & Ikang Fawzi 

Kawasan Umum - JAKARTA- Sosok Umar bin Khattab yang memiliki jiwa kepemimpinan teladan sangat dikagumi banyak orang. Salah satunya Marissa Haque yang sangat mengagumi sosok Umar.

“Umar yang terlihat garang, ketika dibacakan ayat-ayat Alquran langsung luluh hatinya. Itu yang namanya hidayah kan,” kata Marrisa saat ditemui di Kampus UIN, Ciputat, Tangerang Selatan.
Begitu juga dalam kehiduan keluarganya, Marrisa dan Ikang Fawzi mencoba mengaplikasikan ajaran yang baik untuk diterapkan dalam keluargannya.

“Ikang dan saya sebagai wakil imam di rumah, kita lead by example. Apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita katakan sebagai manusia yang penuh dengan kesalahan,” ujarnya.
(rik)
3db51437591a9ade1361f6e698a9000e_my-sweet-memory-saat-kuliah-doktor-di-ipb-library-kampus-dramaga-bogor-drhj-marissa-haque-fawzi

 

Selasa, 31 Juli 2012

"Marissa Haque Ikang Fawzi: Dua Jempol untuk Sikap Tegas Bang Hatta Rajasa Soal Hutan Lindung Kab. Bogor"

Hatta Tolak Hapus Hutan Lindung di Puncak

Headline
Menko Perekonomian Hatta Rajasa - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
 

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa tidak setuju dengan rencana pemerintah kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang berniat menghapus status hutan lindung di kawasan Puncak.

"Jawa itu sudah sangat kritis terhadap hutan. Beberapa daerah sudah kurang dari 30 persen. Kalau mau diubah, jelas akan menimbulkan bencana dan persoalan besar. Jadi jangan hutan," tegas Hatta di Jakarta, Selasa (31/7/2012).

Menurutnya, masih banyak kawasan yang lebih tepat untuk diubah menjadi hutan produksi, permukiman, dan perkebunan. "Masih banyak lahan-lahan yang dikategorikan terlantar, bisa digunakan," ujarnya.

Draf revisi Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 19 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor sedang dikaji Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bogor.
Ditargetkan pada Oktober-November 2012 draf itu diajukan ke DPRD Kabupaten Bogor. Dengan adanya revisi ini maka kawasan hutan lindung Puncak akan berganti status menjadi itu akan berganti status menjadi hutan produksi, permukiman, dan perkebunan.

Pada Perda RTRW Kabupaten Bogor yang berlaku saat ini disebutkan kawasan fungsi lindung terdiri dari hutan konservasi sebesar 14,24 persen dari luas wilayah Kabupaten Bogor (45.559 hektar) dan hutan lindung sebesar 2,93 persen (8.745 hektar).

"Halimun itu begitu saya mantan Menristek saya tahu Halimun. Kalau terjadi sesuatu, dmn jenis pohon Indonesia punah, Halimun itu salah satu cadangan biota yg ada yg mewakili hampir sekian persen. Itu kawasan yg hrs kita jaga," jelasnya. [rus]
 
"Marissa Haque Ikang Fawzi: Dua Jempol untuk Sikap Tegas Bang Hatta Rajasa Soal Hutan Lindung Kab. Bogor" 

Senin, 23 April 2012

"Addie MS & Azwin Nugraha Liputan6.com Diduga Penjahat Cyber: Doa Sabar untuk Bundaku Marissa Haque"


addie ms (@addiems) mendapatkan kepuasan spt saat di sma 3 dulu dlm mem-bully marissa haque. lihat: showbiz.liputan6.com/read/372096/marissa-haque-schizophrenia kasihan ikang fawzi

Oom Addie MS Stop Oom! Sadar dong anda sudah sangat mendzolimi Bunda Marissa Haque! Cc. Ayah Ikang Fawzi

Addie MS & Azwin Nugraha Liputan6.com Diduga Penjahat Cyber. Lihatlah kejahatan mrk di: http://showbiz.liputan6.com/read/372096/marissa-haque-schizophrenia: untuk Bundaku Marissa Haque



Ini serangan seragam bertubi diarahkan kepada Bunda Marissa Haque terlihat dan readable polanya. Pasti ada kaitannya sama Banten 1. Pastilah ada kaitannya dengan urusan korupsi da ijazah palsu diduga dimiliki Bu Ratu Atut chosiyah dari Universitas Borobudur Kalimalang Jaktim. Bukankah Oom Addie MS besar dan dibesarkan oleh Grup BAKRIE BROTHERS melalui Twilite Lapindo Orchestra yang dia jalani????


"Addie MS & Azwin Nugraha Liputan6.com Diduga Penjahat Cyber: Doa Sabar untuk Bundaku

Entri Populer